Kisah di Balik Kerugian Uber Rp 72,8 T dalam 3 Bulan

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
12 August 2019 12:23
Kisah di Balik Kerugian Uber Rp 72,8 T dalam 3 Bulan
Jakarta, CNBC Indonesia - Uber baru saja melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang berakhir Juni 2019. Hasilnya, startup decacorn ini mencatatkan kerugian sebesar US$5,24 miliar atau setara Rp 72,8 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000).

"Mengatakan kinerja keuangan mengecewakan akan menjadi pernyataan yang meremehkan," kata Alyssa Altman, analis perusahaan Publicis Sapient seperti dikutip dari Wired, Senin (12/8/2019). "Uber telah berubha menjadi mesin pembakar uang ajaib."


Lalu apa yang membuat Uber bisa rugi Rp 72,8 triliun dalam tiga bulan?


Penyumbang terbesar kerugian tersebut adalah kompensasi berbasis saham yang dibayarkan Uber kepada karyawannya. Besarnya, US$3,9 miliar. Pembayaran ini dilakukan karena perusahaan melantai di bursa saham Mei lalu.

Sisanya, US$1,3 miliar merupakan kerugian karena memberikan diskon terhadap pengguna demi memenangkan persaingan atau bakar duit. Uber menghadapi persaingan yang ketat di seluruh dunia, baik dalam ride hailing (berbagi tumpangan) dan pengiriman makanan (food delivery).

Di pasar utamanya, Uber bersaing ketat dengan Lyft (AS), Ola Cabs (India), dan Yandex Taxi (Rusia). Dalam bisnis pengiriman makanan, Uber bersaing dengan Deliveroo, Just Eat, GrubHub, Postmates dan DoorDash.

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan kerugian perusahaan sebesar US$5,2 miliar merupakan pukulan 'sekali seumur hidup" ketika perusahaan mencoba mencoba untuk menjadi startup yang menguntungkan

"Saya pikir kami mendapatkan visibilitas yang sangat baik ke dalam bisnis kami sendiri sejauh model bisnis dan bagaimana kami dapat mengubah itu dan bagaimana kami dapat mendorong efisiensi yang lebih," kata Dara Khosrowshahi. "Kami pikir kami tidak hanya bisa bertahan, tetapi kami benar-benar dapat berkembang dalam bisnis ini."

Simak video tentang Uber di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading