Bunga Acuan Berpotensi Dipangkas, Fintech Turunkan Bunga?

Tech - Rahajeng Kusumo & Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 July 2019 10:05
Bunga Acuan Berpotensi Dipangkas, Fintech Turunkan Bunga?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) berpotensi memangkas suku bunga acuan bulan ini. Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, BI diprediksi akan memangkas suku bunga acuan 25 bps.

Bila bunga acuan turun, biasanya akan direspons perbankan dengan menurunkan bunga kredit. Penurunan ini bisa terjadi dalam enam bulan setelah kebijakan tersebut karena transmisi kebijakan BI membutuhkan waktu penyesuaian.

Saat ini Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mematok bunga pinjaman sebesar 0,8% per hari. Dalam satu bulan bunga bisa menjadi 24% dan satu tahun bisa lebih besar lagi, jadi 292%.


Bunga pinjaman ini lebih tinggi dari bunga kredit perbankan yang tak memiliki kolateral. Untuk kartu kredit misalnya, bunganya dipatok 2,25% per bulan. Dalam setahun bunganya bisa 27%. Untuk bunga UMKM


Lalu apakah fintech peer-to-peer (P2P) lending akan ikut pangkas bunga pinjaman?

Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan penurunan bunga pinjaman hanya bisa diturunkan bila risiko penyaluran kredit juga menurun. Peminjam mesti patuh dalam mengembalikan uang pinjaman alias tidak menunggak.

"Risiko harus diturunkan dari peminjam. Peminjam harus mengembalikan, tidak menunggak, dan kalau ditagih dia merasa dirugikan. Kalau mental ini masih ada, maka [bunga] tidak akan turun karena risk itu profile. Kalau itu bisa dihilangkan, bunga bisa turun dengan sendirinya," kata Sunu Widyatmoko di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Sunu menambahkan, ketika profil risikonya tinggi maka bunganya akan tinggi. Bunga pinjaman 0,8% sehari bisa turun dengan sendirinya bila biaya-biaya transaksi turun dan profil risiko menurun.

"Bukan fintech yang menurunkan suku bunga, tapi peminjam. Ketika profil risikonya tinggi maka bunganya juga. 0,8% bisa turun dengan sendirinya bila biaya transaksi turun dan profil risiko turun. Literasi keuangan menjadi tantangan," tuturnya.

Simak video tentang fintech lending di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading