Mau Wisata di Luar Angkasa? NASA Pasang Tarif Rp 500 Juta

Tech - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
08 June 2019 14:14
Mau Wisata di Luar Angkasa? NASA Pasang Tarif Rp 500 Juta
Jakarta, CNBC Indonesia - NASA akan membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), laboratorium yang mengorbit senilai US$ 150 juta atau Rp 2,13 triliun, untuk wisatawan.

Setiap tahun akan ada dua astronot swasta yang bertahan di ISS dengan jangka waktu masing-masing 30 hari. Kesempatan bagi wisatawan ke ruang angkasa ini bisa diwujudkan selama mereka membayar sekitar US$ 35 ribu ata Rp 497,78 juta.

Dilansir dari Business Insider pendekatan baru NASA ini bisa memecahkan masalah lama, yakni kebutuhan investasi di ruang angkasa mencapai US$ 100 juta atau Rp 1,42 triliun.

Sebelumnya, pemerintahan AS meminta NASA kembali membawa manusia ke bulan pada 2020 dan membangun pangkalan permanen di sana.


Masalahnya, pemerintah tidak memberikan cukup pendanaan kepada NASA. Padahal dibutuhkan biaya perawatan rutin senilai US$ 3 miliar - US$ 4 miliar per tahun untuk memelihara dan mengoperasikan ISS.

Dengan begitu, pengumuman ini membuka potensi ISS untuk perusahaan komersial, fasilitas, hingga astronot swasta. Bahkan NASA telah mengizinkan beberapa kegiatan komersial di ISS.

Namun NASA juga tengah mencari potensi untuk meningkatkan penawarannya ke korporasi. Dengan begitu, inovasi dan kecerdikan bisa mempercepat ekonomi komersial.

Bahkan ada potensi membuat stasiun luar angkasa sepenuhnya komersial, dan membuat ruang anggaran dengan eksplorasi bulan baru dengan masyarakat. Ini menjadi satu perubahan dalam lima visi NASA yang memungkinkan astronot swasta melakukan kegiatan komersial dan pemasaran yang disetujui.

Badan tersebut juga akan mengizinkan modul pribadi untuk berlabuh dengan stasiun ruang angkasa.

Richard Garriott, seorang pengusaha yang meroket ke ISS pada 2008, menggambarkan rencana NASA sebagai "perubahan seismik." Garriott merupakan salah satu dari tujuh astronot swasta yang mengunjungi ISS, karena hanya Rusia yang sebelumnya mau mengambilnya.

Satu dekade lalu, NASA menolak kehadiran meeka di fasilitas yang dikelola pemerintah.
Mau Wisata di Luar Angkasa, NASA Pasang Tarif Rp 500 JutaFoto: Sebuah model seukuran pesawat ruang angkasa Insight, pendarat robot pertama NASA yang didedikasikan untuk mempelajari bagian dalam Mars, ditampilkan di Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California, AS 26 November 2018. REUTERS / Mike Blake

Garriott percaya komersialisasi ruang akan membantu mempercepat penelitian yang diperlukan untuk mengirim astronot ke luar angkasa dalam misi yang diperluas, sementara juga meningkatkan fasilitas di ISS.

(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading