Seperti Tony Stark, 2 Crazy Rich AS Bersaing Jelajahi Angkasa

Entrepreneur - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
12 May 2019 16:24
Seperti Tony Stark, 2 Crazy Rich AS Bersaing Jelajahi Angkasa
Jakarta, CNBC Indonesia- Miliuner dengan ambisi dan rasa penasaran tinggi seperti Tony Stark tak cuma ada di film Iron Man atau Avengers.

Di kehidupan nyata, dua orang super kaya Amerika Serikat ini bisa dibilang memiliki ide gila seperti Tony Stark untuk menciptakan mesin-mesin dan jelajahi angkasa.




Mereka adalah Jeff Bezos dan Elon Musk. Bezos yang merupakan pendiri e-commerce Amazon membangun perusahaan yang berfokus di bidang antariksa, Blue Origin, untuk mewujudkan ambisinya membangun koloni manusia di bulan. Sementara itu, Musk memiliki SpaceX telah berhasil membuat roket yang bisa melakukan peluncuran berkali-kali.

Lantas, siapakah di antara mereka yang jauh lebih unggul dalam menguasai bidang ini?



Elon Musk mendirikan Space Exploration Technologies (SpaceX) pada tahun 2002, mengutip situs resminya. Misi SpaceX adalah untuk memungkinkan manusia hidup di luar angkasa dan menjadi spesies multi-planet dengan membangun kota mandiri di Mars. 

Pada 2008, SpaceX's Falcon 1 menjadi kendaraan peluncuran bahan bakar cair pertama yang dikembangkan secara pribadi untuk mengorbit bumi.

SpaceX mencatatkan sejarah pada 2012 ketika berhasil mendaratkan satelit dan pesawat luar angkasa, Dragon, ke orbitnya. Kedua benda itu merupakan muatan dari roket Falcon 9, roket pertama di dunia yang bisa digunakan berulang-ulang.

Seperty Tony Stark, 2 Crazy Rich AS Bersaing Jelajahi AngkasaFoto: Elon Musk, co-founder dan chief executive officer dari Tesla Inc. (Robyn Beck/Pool via REUTERS)


Falcon 9, bersama dengan pesawat ruang angkasa Dragon, dirancang sejak awal untuk mengantarkan manusia ke ruang angkasa dan berdasarkan perjanjian dengan NASA, di mana SpaceX secara aktif bekerja mewujudkan tujuan ini.

Pada 12 April 2019, roket operasional terkuat di dunia milik SpaceX, Falcon Heavy, diluncurkan dalam misi komersial pertamanya.

Mengutip CNBC International, SpaceX memiliki valuasi lebih dari US$ 28 miliar, menjadikannya perusahaan swasta paling bernilai ketiga di dunia.

Dalam keterangannya Februari tahun lalu, CEO Elon Musk mengklaim roket Falcon Heavy yang dapat diperluas milik perusahaan akan menelan biaya hanya US$150 juta (Rp 2,1 triliun). Angka ini sekitar US$250 juta lebih murah daripada kompetitor terdekatnya, Delta IV Heavy milik ULA, joint venture dari Boeing dan Lockheed Martin.

Murahnya biaya yang ditawarkan startup decacorn ini ternyata disebabkan oleh strategi dan inovasinya yang membuat roketnya mampu kembali lagi ke Bumi setelah diluncurkan ke luar angkasa. Ini membuat roket tersebut bisa dipergunakan lagi untuk peluncuran selanjutnya.

Musk telah menyatakan tujuannya mendirikan sebuah kota di Mars pada tahun 2050, di mana akan didirikan depot propelan agar dapat mencapai ruang angkasa lebih jauh. Pada September 2018, ketika dia meluncurkan perjalanan mengelilingi bulan untuk tahun 2023, dia mengatakan bahwa "ada begitu banyak hal yang membuat orang sedih atau tertekan tentang masa depan, tetapi saya pikir menjadi peradaban penjelajahan ruang adalah salah satu hal yang membuat Anda bersemangat tentang masa depan."

Blue Moon oleh Jeff Bezos

Seperty Tony Stark, 2 Crazy Rich AS Bersaing Jelajahi AngkasaFoto: Founder, Chairman, CEO and President Amazon Jeff Bezos meluncurkan perusahaan antariksa bernama Blue Moon. (REUTERS / Clodagh Kilcoyne)


Meski sama-sama ingin menjajal luar angkasa dan membangun peradaban di sana, namun ternyata Blue Origin belum pernah mengirimkan apa pun ke orbit, seperti dilaporkan media Inggris Express.

Masalah peluncuran sub-orbital ini telah menyebabkan Blue Origin tertinggal sebagai perusahaan kendaraan luar angkasa dibandingkan pesaingnya yang sudah meluncurkan satelit ke orbit.

Blue Origin juga hanya menerima jumlah dana yang relatif kecil dari badan antariksa AS NASA, yaitu sekitar US$ 23 juta. Dana ini akan digunakan untuk melakukan pengujian penggunaan cairan kriogenik sebagai metode pendorong roket untuk sistem pendarat bulan.

"Kendaraan ini bakal meluncur di bulan," ujar Jeff Bezos saat presentasi di hadapan undangan media terbatas, Kamis (09/05/2019).

Bezos berinvestasi lebih dari US$ 1 miliar di perusahaan yang didirikan pada tahun 2000 ini setiap tahun. Dana itu diperoleh dari hasil bisnisnya di Amazon. Perusahaan pribadi ini berhasil memperoleh pendanaan terakhir sebesar US$ 13 juta pada Agustus 2018, mengutip Crunch Base. Sementara itu, menurut situs craft.co, total pendanaannya sudah mencapai US$ 513 juta. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading