Jadi Target Penyelidikan AS, Saham Facebook & Amazon Anjlok

Tech - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
04 June 2019 11:44
Jadi Target Penyelidikan AS, Saham Facebook & Amazon Anjlok
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Facebook terjun bebas 7,5%, Senin (3/6/2019), menyusul laporan The Wall Street Journal (WSJ) bahwa Komisi Perdagangan Federal (FTC) akan memiliki akses untuk menyelidiki dampak praktik bisnis media sosial itu terhadap persaingan digital.

Facebook sebelumnya telah menjadi target investigasi FTC terkait pengelolaan data pengguna. Perusahaan memperkirakan akan dikenai denda hingga US$5 miliar (Rp 71,1 triliun).



Saham raksasa teknologi lainnya juga ikut terpukul akibat kekhawatiran serupa. Saham Amazon rontok 4,6% menyusul kabar dari Washington Post yang menyatakan lembaga antimonopoli FTC memiliki perjanjian baru untuk menyelidiki kelalaian di sektor teknologi.


Selain itu, induk Google, Alphabet, juga anjlok 6,1% setelah WSJ melaporkan bahwa Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan penyelidikan terkait dugaan monopoli oleh Google.

Jelang pemilihan presiden AS 2020, upaya untuk memecah kekuatan raksasa-raksasa teknologi menjadi topik utama beberapa kandidat, termasuk calon presiden dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, dilansir dari CNBC International.

Jadi Target Penyelidikan AS, Saham Facebook & Amazon AnjlokFoto: Infografis/Pendapatan 5 Raksasa Tekno/Edward Ricardo

Diketahui bahwa FTC akan memimpin penyelidikan terhadap Amazon sementara Departemen Kehakiman akan memiliki yurisdiksi lebih besar terhadap Google, menurut laporan Washington Post.

FTC sebelumnya menyelesaikan penyelidikan terhadap Google tanpa mengambil langkah apapun. Namun, kali ini Departemen Kehakiman akan kembali menyelidiki praktik bisnis raksasa mesin pencarian itu, menurut WSJ.

Saham Apple juga terperosok 1% setelah Reuters mengabarkan bahwa Departemen Kehakiman menerima yurisdiksi untuk melakukan investigasi terhadap praktik bisnis perusahaan.


Apple telah mendapat kritikan keras dalam beberapa bulan terakhir atas tindakannya yang dianggap mematikan persaingan di App Store. Salah satu perusahaan yang menyampaikan keberatannya adalah layanan streaming musik Spotify.

Apple memiliki dan mengoperasikan marketplace online App Store tersebut termasuk menarik biaya langganan dari pada developer aplikasi.

Biaya itu menjadi salah satu sumber pemasukan dari segmen layanan Apple namun membuat kesal developer yang dalam beberapa kasus harus berkompetisi dengan aplikasi buatan Apple sendiri di App Store. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading