Kisah iTunes, Aplikasi Apple yang Tergusur Spotify Cs

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
04 June 2019 11:09
Perjalanan iTunes hingga akhirnya dipensiunkan Apple Inc.
Jakarta, CNBC Indonesia - Apple akhirnya pensiunkan toko digital iTunes. Dengan MacOS 10.15 Catalina, fungsi utama iTunes akan dipisahkan menjadi aplikasi Music, TV dan Podcast.

Kini mensinkronisasi perangkat Anda akan ditangani oleh aplikasi Finder yang dapat membuat backup, pemutakhiran (update) atau memilihkan perangkat.


Kebijakan Apple untuk mempensiunkan iTunes tentu akan membuat sebagai pengguna setia Apple bersedih. Dua dekade terakhir perangkat ini memang sangat luar biasa dan memiliki ekosistem yang besar.


Mengutip The Verge, Selasa (4/6/2019), iTunes merupakan interface untuk strategi Digital Hub Apple yang diresmikan oleh Steve Jobs tahun 2001. 

iTunes diposisikan sebagai penghubung aktivitas digital pengguna yang menghubungkan kamera digital, pemutar musik dan alat pengorganisasian secara bersamaan. Semua hiburan Anda ada di iTunes.

Kisah Apple  iTunes, Aplikasi yang Tergusur Spotify CsFoto: Apple iTunes (Reuters/Mike Segar)

Salah satu terobosan iTunes yang paling melekat adalah keberhasilannya menjadi toko musik digital. Pengguna bisa membeli album musik bahkan single lagu tanpa perlu memiliki CD fisik. Lagu ini kemudian dengan cepat disinkronisasikan ke iPod pengguna.

Terobosan ini membuat iTunes dianggap sebagai penyelamat industri musik yang saat ini ramai terjadi pembajakan.

Pada 2003 iTunes tak hanya jadi milik pengguna Apple, pengguna Windows juga bisa menggunakannya. Pengguna non-Mac bisa membeli musik dari Apple dan menyinkronisasikannya dengan iPod.


Dengan cepat iPod dan iTunes menjadi populer dengan eksistem yang luas. Apple segera mendominasi dalam hal unduhan digital musik. Namun popularitas tak terlalu disukai para pelaku industri musik.

Apple menawarkan paket pembelian satu lagu (single) dengan harga 99 sen. Pengguna tidak perlu membeli lagu dalam album musik yang tak mereka sukai.

Kebijakan ini membuat para artis dan perusahaan label rekaman menuduh Apple menghilangkan nilai musik. Berdasarkan data International Federation of The Phonographic Industry, pada 2012 pendapatan industri musik turun menjadi US$15 miliar. Penurunan ini dikarenakan masyarakat enggan membeli album fisik.


Namun kejayaan iTunes tak berlangsung selamanya. Status quo yang selama ini disandang iTunes runtuh tak kala muncul streaming. Perkembangan musik streaming yang dikomandani Spotify tak diantisipasi dengan cepat oleh Apple.


Alih-alih membeli satu atau dua lagu yang disukai pengguna, streaming musik menawarkan akses ke banyak album dan lagu milik artis tanpa perlu mengunduh, tinggal berlangganan dengan tarif tetap. Album dan lagu tersebut sudah tersimpan di cloud.


Masalah kejatuhan iTunes juga karena Apple sendiri. Beralihnya raksasa teknologi ini ke iPhone membuat komputer di rumah tidak lagi menjadi pusat digital pengguna. Sekarang semua pengguna bisa melakukan apapun di iPhone tak perlu bersusah-susah melakukan sinkronisasi di komputer atau laptop Mac. Dengan sendiri, iTunes pun kini menjadi ketinggalan zaman.

Simak video tentang layanan baru Apple di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]



(roy/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading