Startup

Evaluasi Kinerja, Startup Decacorn Ini PHK 300 Karyawan

Tech - Wangi Sinintya, CNBC Indonesia
04 March 2019 19:58
WeWork mengkonfirmasi akan memberhentikan 3% tenaga kerja secara global.
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan rintisan (startup) berbagi kantor atau co-working space) WeWork mengkonfirmasi akan memberhentikan 3% tenaga kerja secara global, Techcrunch melaporkan dan dikutip CNBC Indonesia, Senin (4/3/2019).

WeWork sekarang bersalin nama menjadi We Company. Saat ini perusahaan memperkerjakan 10.000 karyawan di seluruh dunia. Artinya akan ada 300 karyawan yang mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK).


Startup yang berkantor di New York (AS) ini mengatakan PHK tersebut merupakan proses rutin setelah melakukan penilaian kinerja karyawan. Mereka yang di PHK merupakan karyawan yang berkinerja buruk. Beberapa departemen yang karyawannya dikurangi adalah tim engineering, produk dan desain pengalaman pengguna (user experiance).


"Selama sembilan tahun terakhir, WeWork telah tumbuh menjadi salah satu jaringan fisik global terbesar berkat kerja keras dan dedikasi tim kami," kata perusahaan itu dalam pernyataan kepada Techcrunch.

"WeWork baru-baru ini melakukan proses penilaian kinerja tahunan standar. PHK tersebut dilakukan pada 300 kayarwan. Tenaga kerja global kami sekarang lebih dari 10.000, dan kami tetap berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang pada 2019, termasuk merekrut 6.000 karyawan tambahan."

WeWork telah mengumpulkan dana US$ 8 miliar lebih untuk mendisrupsi bisnis berbagi kantor. Salah satu investor terbesarnya adalah Softbank Vision Fund yang baru-baru ini menyuntikkan dana US$2 miliar di Januari.

Baru-baru ini, Business Insider melaporkan We Work masuk dalam jajaran decacorn atau startup bervaluasi di atas US$10 miliar. Saat ini valuasi We Work sudah mencapai US$42 miliar atau setara Rp 588 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000).

Saksikan video bisnis co-working space Indonesia di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading