Ada 847 Proyek Dibiayai Pakai Surat Utang Syariah di 2021

Syariah - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 January 2021 13:46
Ilustrasi Jembatan. (Dok: PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat pembiayaan proyek SBSN di tahun 2020 telah terealisasi 90,96% dari pagu yang sebesar Rp 27,35 triliun.

Direktur JPPR Luky Alfirman menjelaskan, nilai pembiayaan SBSN proyek 2020 awalnya adalah sebesar Rp 32,48 triliun, meliputi DPP Rp 27,35 triliun dan lanjutan dari SBSN 2019 sebesar Rp 5,13 triliun.

Kemudian karena adanya kebijakan refocusing anggaran dari dampak pandemi Covid-19, pada akhirnya terjadi pemotongan alokasi SBSN untuk proyek 2020 yang dikerjakan oleh Kementerian/Lembaga (K/L) negara.


Sehingga, alokasi SBSN proyek setelah dilakukan refocusing pada 2020 sebesar Rp 18,16 triliun menjadi Rp 23,29 triliun termasuk berasal dari tambahan alokasi luncuran dan lanjutan proyek SBSN di tahun 2019.

Luky mengaku, jumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh SBSN tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebanyak 630 proyek.

"Pada tahun lalu, hanya delapan kementerian/lembaga yang memanfaatkan SBSN sebagai modal pembangunan infrastruktur," tuturnya dalam acara forum kebijakan pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (20/1/2021).

Kemudian, untuk tahun ini, proyek infrastruktur yang dibiayai dari SBSN sebesar Rp 27,57 triliun. "Dengan jumlah proyek mencapai 847 proyek yang tersebar di 11 kementerian/lembaga dan 34 provinsi," kata Lucky melanjutkan.

Sebanyak 847 proyek yang dibiayai oleh SBSN antara lain:

1. 40 proyek infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara pada Kementerian Perhubungan senilai Rp 5,66 triliun.
2. 148 proyek infrastruktur jalan dan jembatan pada Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR senilai Rp 10,53 triliun.
3. 69 proyek infrastruktur pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan dan embung, serta pengelolaan Irigasi dan drainase utama perkotaan pada Ditjen SDA Kementerian PUPR senilai Rp 4,23 triliun.
4. 8 proyek embarkasi haji dan 42 proyek pusat pelayanan haji terpadu di Ditjen PHU Kementerian Agama senilai Rp 382 miliar.
5. 11 pembangunan sarana dan fasilitas gedung PTKIN dan 269 madrasah di Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama senilai Rp 2,78 triliun.
6. 135 proyek pembangunan gedung balai nikah dan manasik haji di Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama senilai Rp 200 miliar.
7. 3 proyek pembangunan taman nasional, 1 pembangunan laboratorium lapangan, dan 1 pembangunan SMK Kehutanan di Kementerian LHK senilai Rp 181,89 miliar.
8. 19 proyek pembangunan gedung perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan senilai Rp 1,54 triliun.
9. 7 proyek pembangunan laboratorium di LIPI senilai Rp 659 miliar.
10. 1 proyek pembangunan fasilitas stasiun bumi di LAPAN senilai Rp 90 miliar.
11. 61 proyek pembangunan perumahan di Kementerian Pertahanan senilai Rp 964 miliar.
12. 30 proyek pembangunan perumahan di Polri senilai Rp 199 miliar.
13. 1 proyek pembangunan Bull Treatment Unit di Kementerian Pertanian senilai Rp 19,2 miliar.
14. 1 proyek pembangunan laboratorium di BATAN senilai Rp 124 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading