Kemarin Lelang Sukuk Kurang Laku, Hari Ini Sami Mawon...

Syariah - Maesaroh, CNBC Indonesia
09 March 2022 14:21
Ilustrasi Investasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara/SBSN tambahan atau greenshoe option pada Rabu, 9 Maret 2022. Dari lima seri yang ditawarkan, dua tidak mampu menarik investor.

Pada lelang sukuk hari ini, ada lima seri yang ditawarkan yaitu PBS031, PBS032, PBS029, PBS034, dan PBS033. Seri PBS031 dan PBS032 yang masing-masing memiliki jatuh tempo pada 15 Juli 2024 dan 15 Juli 2026 tidak dilirik investor, penawaran yang masuk Rp 0.

Sementara itu, tawaran yang masuk untuk PBS029 bertenor 12 tahun tercatat Rp 1,007 triliun. Kemudian PBS034 yang memiliki tenor 17 tahun terjual Rp 400 miliar dan PBS033 bertenor 25 tahun laku terjual Rp 400 miliar.


Total dana yang diserap pemerintah melalui lelang hari ini tercatat Rp 1,81 triliun.

Lelang tambahan pada hari ini dilakukan setelah pada lelang reguler kemarin, pemerintah hanya mampu menjual Rp 6,2 triliun. Penawaran yang masuk hanya Rp 15,3 triliun.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina membawa perekonomian dunia dalam arah ketidakpastian, salah satunya Indonesia. Kondisi tersebut mempengaruhi hasil lelang SBSN kemarin.

"Investor asing mulai beralih kepada aset-aset safe haven, sehingga terjadi outflow di negara-negara emerging market termasuk Indonesia," tutur Dwi, kepada CNBC Indonesia.

Selain itu, harga-harga komoditas yang merangkak naik menimbulkan kekhawatiran kenaikan inflasi global dan domestik, terutama harga minyak dunia yang melonjak mencapai harga tertingginya sejak tahun 2008.

"Investor juga wait and see terkait hasil FOMC Meeting periode Maret ini, khususnya terkait kenaikan suku bunga acuan dan respons The Fed terkait kondisi pasar global," tambahnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading