Timur Tengah Memanas, Begini Harga Koin Dinar Hari Ini

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
11 October 2019 15:55
Timur Tengah Memanas, Begini Harga Koin Dinar Hari Ini Foto: Koin Dinar (REUTERS/Nir Elias)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar kurang bagus datang dari Timur Tengah, situasi di kawasan kaya minyak mentah tersebut sedang memanas yang membuat harga minyak mentah naik begitu juga dengan harga emas dunia di pasar spot.

Pada pukul 15:09 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.502,49/troy ons, menguat 0,56% di pasar spot, melansir data Refinitiv.




Namun kenaikan harga emas tersebut belum berdampak pada harga koin dinar pada hari ini. Harga koin dinar pada hari ini, Jumat (11/10/19) masih mengacu pada harga emas dunia Kamis kemarin.

Koin satu dinar yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada hari dibanderol Rp 2.851.661, melemah 1,08% dibandingkan harga Kamis kemarin. 1 koin dinar ini memiliki berat 4,25 gram.

PT Antam Tbk juga menjual koin ½ dinar, 2 dinar, dan 4 dinar. Ada juga koin dinar dengan kemurnian FG 99,99%.



Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin anjlok 0,75% akibat menguatnya harapan akan adanya kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan China merespon pernyataan Presiden AS Donald Trump, akibatnya harga emas terus tertekan.

Sebelum perundingan dagang dimulai Kamis waktu Washington, Presiden Trump, melalui akun Twitter pribadinya mengatakan akan bertemu langsung degan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

"Hari besar negosiasi dengan China. Mereka ingin membuat kesepakatan, apakah saya juga? Saya akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri besok di Gedung Putih," katanya sebagaimana dikutip dari CNBC International.

Selanjutnya Presiden AS ke-45 ini juga mengatakan perundingan kali ini berjalan sangat baik.

"Saya pikir ini berjalan sangat baik. Saya akan katakan, ini berjalan sangat baik" kata Presiden Trump di Washington sebelum bertolak ke Minnesota untuk berkampanye, sebagaimana dilansir CNBC International.



Sementara pada hari ini emas dunia menguat akibat memanasnya situasi di Timur Tengah yang memicu kecemasan terjadinya perang Teluk.

Iran melaporkan kapal tanker miliknya terkena serangan dua misil di Laut Merah dekat pantai Arab Saudi, sebagaimana dilansir CNBC International. Reuters melaporkan pihak Arab Saudi belum mau memberikan keterangan atas serangan ke kapal tanker milik Iran tersebut.

Situasi di Timur Tengah memang sedang panas setelah bulan lalu dua fasilitas minyak milik Arab Saudi diserang drone yang mengakibatkan kerusakan parah. Amerika Serikat kala itu menuduh Iran sebagai dalang serangan, dan mengancam akan melancarkan serangan balasan. Iran tidak terima dan menyatakan siap berperang dengan AS dan sekutunya.

Serangan misil terhadap kapal tanker Iran tentunya semakin memanaskan situasi di kawasan kaya minyak mentah tersebut. Saat kondisi sedang memanas, bahkan muncul kekhawatiran akan terjadinya perang Teluk, aset-aset aman (safe haven) tentunya kembali menjadi incaran pelaku pasar.

Jika harga emas dunia mampu mempertahankan penguatan pada hari ini, maka harga koin dinar berpeluang naik pada Sabtu besok.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading