Gara-Gara AS, Harga Koin Dinar Anjlok Hampir Rp 40.000

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
06 September 2019 18:25
Gara-Gara AS, Harga Koin Dinar Anjlok Hampir Rp 40.000

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin dinar mengalami penurunan tajam, hampir Rp 40.000 pada perdagangan Jumat (6/9/19) mengikuti anjloknya harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin.

Koin 1 dinar dengan kemurnian Au 91,7% di Butik Logam Mulia PT Antam Tbk. hari ini dibanderol Rp 2.879.099 atau anjlok Rp 39.111 (-1,34%) dibandingkan harga kemarin. 1 koin dinar ini memiliki berat 4,25 gram. Harga koin ¼ dinar juga mengalami penurunan 1,26%.

PT Antam Tbk juga menjual koin ½ dinar, 2 dinar, dan 4 dinar. Ada juga koin dinar dengan kemurnian FG 99,99%.

Berbahan dasar emas, anjloknya harga koin dinar tentunya mengikuti harga emas dunia yang merosot lebih dari 2% pada perdagangan Kamis kemarin.

Meredanya tensi geopolitik di Hong Kong, Italia, dan Inggris membuat sentimen pelaku pasar membaik, bursa saham menguat dan aset aman (safe haven) seperti emas mengalami tekanan.

Kabar paling bagus datang dari AS dan China. Kedua negara siap kembali ke meja perundingan dagang di bulan Oktober. Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Perdagangan China, kedua belah pihak akan menggelar konsultasi pada pertengahan bulan ini sebagai bagian dari persiapan negosiasi tatap muka di awal bulan depan. Harga emas lagi-lagi tertekan mendapat kabar tersebut. 


Tekanan dari kondisi politik global yang stabil membuat harga emas terus tertekan, dan momentum penurunan bertambah setelah  Automatic Data Processing Inc. (ADP) melaporkan sepanjang bulan Agustus perekonomian AS mampu menyerap 195.000 tenaga kerja di luar sektor pertanian, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya 142.000 tenaga kerja.


Data ADP kerap dijadikan acuan data penyerapan tenaga kerja (non-farm payroll/NFP) yang akan dirilis pemerintah AS malam ini. Selain NFP data lain yang dirilis di saat bersamaan dan menjadi satu paket data tenaga kerja adalah data rata-rata upah perjam serta tingkat pengangguran.

Data tenaga kerja tersebut merupakan salah satu acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam menetapkan suku bunga. Rilis data yang lebih bagus tentunya memicu spekulasi The Fed tidak akan agresif dalam memangkas suku bunga dan membuat harga emas dunia jeblok yang turut menyeret harga koin dinar.  

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Simak Video Ini Ragam Investasi Emas

[Gambas:Video CNBC]

 

 

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading