Harga Emas Dunia Cetak Rekor Lagi, Harga Koin Dinar Berapa?

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
03 August 2020 20:22
[Tak Hanya Logam Mulia, Perhiasan Saat Ini Banyak Diburu Warga Untuk Investasi.(CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (3/8/2020) pagi. Resesi di 3 benua menjadi pemicu melesatnya harga emas dunia. Pada pekan lalu, emas 2 kali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, tetapi untuk rekor penutupan tertinggi dicapai pada Jumat (31/7/2020).

Tetapi aksi ambil untung (profit taking) membuat harga emas berbalik melemah. Pada pukul 19:40 WIB diperdagangkan di level US$ 1.970/troy ons, melemah 0,2% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Pada Jumat pekan lalu, rekor penutupan perdagangan emas dunia berada di level US$ US$ 1.974,69/troy ons, berdasarkan data Refinitiv. Pagi ini, harga emas dunia kembali melesat 0,5% ke US$ 1.984,65/troy ons, menjadi rekor tertinggi baru melampaui catatan pada Selasa (29/8/2020) di US$ 1.980,31/troy ons.


Pergerakan harga emas dunia tentunya mempengaruhi harga koin dinar yang berbahan dasar emas. Berdasarkan data dari situs logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian Au 91,7% hari ini dibanderol Rp 3.870.137. 1 koin dinar ini memiliki berat 4,25 gram. Antam juga menjual koin ½ dinar, 2 dinar, dan 4 dinar.

Ada juga koin dinar dengan kemurnian FG 99,99%, di mana harga 1 koinnya Rp 4.207.500. Selain koin dinar, Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak. 1 koin dirham dengan kemurnian Ag 99,95% dibanderol Rp 92.592. 1 koin dirham ini memiliki berat 2,975 gram.

Resesi akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19) kini sudah terjadi di 3 benua. Dari Asia, Jepang, Singapura dan Hong Kong sudah sah resesi, sementara Korea Selatan mengalami resesi teknikal.

Dari Eropa, zona euro juga masuk ke jurang resesi, negara-negara besarnya bahkan berguguran. Jerman, Spanyol dan Italia resesi, sementara Prancis mengalami resesi teknikal.

Suatu negara dikatakan mengalami resesi jika produk domestic bruto (PDB) minus 2 kuartal beruntun secara tahunan atau year-on-year, sementara jika secara kuartalan atau quarter-to-quarter (QtQ) dikatakan sebagai resesi teknikal.

Dari Benua Biru beralih ke Benua Amerika, Negeri Adidaya Amerika Serikat mengalami PDB minus terdalam sepanjang sejarah. PDB di kuartal II-2020 dilaporkan minus 32,9%, sementara di kuartal I-2020, perekonomiannya mengalami kontraksi 5%, sehingga sah mengalami resesi.

Bukan kali ini saja AS mengalami resesi, melansir Investopedia, AS sudah mengalami 33 kali resesi sejak tahun 1854. Sementara jika dilihat sejak tahun 1980, Negeri Paman Sam mengalami empat kali resesi, termasuk yang terjadi saat krisis finansial global 2008. Artinya, resesi kali ini akan menjadi yang ke-34 bagi AS.

Ketika dunia mengalami resesi, pada pelaku pasar mengalihkan investasinya ke aset aman (safe haven) seperti emas, yang membuat harga logam mulia ini terus melesat naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading