Emas Dunia Ambles Lagi, Harga Koin Dinar Apa Kabar?

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 August 2020 20:30
Dinar (Rumahdinarcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia kembali melemah sejak Senin kemarin, setelah membukukan penurunan dalam 2 pekan beruntun. Kinerja negatif emas dunia tersebut tentunya mempengaruhi harga logam mulia dalam negeri. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam). atau yang dikenal dengan emas Antam sudah dalam tren menurun sejak pekan lalu.

Selain emas batangan, Antam juga memproduksi koin dinar. Berdasarkan data dari situs logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian Au 91,7% hari ini dibanderol Rp 3.843.176. 1 koin dinar ini memiliki berat 4,25 gram.

Harga koin dinar tersebut sudah menurun jauh ketimbang awal bukan lalu, saat harga emas dunia sedang terus melesat naik mencetak rekor tertinggi. Pada 5 Agustus, koin 1 dinar dihargai 3.948.289, artinya terjadi penurunan sebesar 2,66%.


Antam juga menjual koin ½ dinar, 2 dinar, dan 4 dinar.

Ada juga koin dinar dengan kemurnian FG 99,99%, di mana harga 1 koinnya Rp 4.177.750, juga turun 2,67% dibandingkan harga 5 Agustus lalu. Selain koin dinar, Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak. 1 koin dirham dengan kemurnian Ag 99,95% dibanderol Rp 92.570. 1 koin dirham ini memiliki berat 2,975 gram.

Koin dinar berbahan dasar emas, sehingga pergerakannya biasanya mengikuti harga emas dunia.

Salah satu pemicu pelemahan emas yakni bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) yang terus menguat, bahkan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks S&P 500 untuk pertama kalinya mengakhiri perdagangan di atas level 3.400.Pada perdagangan hari ini, emas melemah 0,5% ke US$ 1.922,80/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sementara kemarin, logam mulia ini melemah 0,36% dan dalam 2 pekan sebelumnya total pelemahan sebesar 4,86%.

Wall Street yang terus menguat mengabaikan fakta Negeri Paman Sam sedang bergelut dengan penyakit akibat virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomianya masuk ke jurang resesi. Pemulihan ekonomi pun diprediksi akan berjalan dengan lambat.

Kala bursa saham menguat, artinya sentimen terhadap risiko pelaku pasar sedang bagus-bagusnya, sehingga daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi memudar.

Selain penguatan Wall Street, Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank mengatakan dolar AS yang perlahan kembali menguat akan menjadi faktor penekan harga emas yang signifikan dalam jangka pendek.

"Kami melihat posisi jual (short) dolar AS ada di level ekstrim dan posisi tersebut saat ini mulai menurun. Hal itu membuat posisi bullish emas juga akan menurun dalam jangka pendek," kata Hansen sebagaimana dilansir Kitco, Minggu (23/8/2020).

Indeks dolar AS kemarin menguat tipis 0,04% ke 93,298, meski tipis tetapi semakin menjauhkannya dari level terlemah dalam lebih dari 2 tahun 92,127 yang disentuh pada Senin pekan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading