Roadshow ke Timteng Sampai London, RI Obral Sukuk US$ 2 M

Syariah - Irvin Avriano A., CNBC Indonesia
12 February 2019 16:04
Roadshow ke Timteng Sampai London, RI Obral Sukuk US$ 2 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah diketahui sedang menawarkan sukuk global berdenominasi dolar AS dengan target indikatif penerbitan US$ 2 miliar atau setara Rp 28,08 triliun (kurs Rp 14.040).

Berdasarkan informasi dari beberapa manajer investasi dan pelaku pasar obligasi, penentuan harga (pricing) akan dilakukan nanti malam dan pencatatannya akan dilakukan pekan depan di Nasdaq (Amerika Serikat) dan Bursa Singapura (SGX).

Dalam penerbitan sukuk global pemerintah itu, berlaku sebagai penjamin emisi utama (bookrunner) adalah PT Mandiri Sekuritas, HSBC plc, Malayan Banking Bhd (Maybank), dan Deutsche Bank AG.


Selain itu, sekuritas lokal yang turut berlaku sebagai penjamin emisi (co-manager) penerbitan adalah PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM).

"Roadshow sukuk global dilakukan ke Timur Tengah, Kuala Lumpur, London, dan beberapa kota Eropa lain," ujar salah satu pelaku pasar obligasi hari ini (12/2/19).

Sukuk adalah efek utang yang menggunakan prinsip syariah dan terutama menyasar pelaku pasar modal syariah untuk dapat berinvestasi di instrumen tersebut.

Seorang sumber lain di pasar mengatakan sukuk global yang ditawarkan pemerintah akan terbagi menjadi dua seri, yaitu yang bertenor 5,5 tahun dan ditawarkan pada kisaran tingkat imbal hasil (yield) 4,2% serta tenor 10 tahun dengan yield yang ditawarkan pada kisaran 4,7%.

Pada akhir Januari, rencana pemerintah menerbitkan sukuk global baru mendapatkan peringkat Baa2 dari Moody's Investors Service.

Pemeringkatan terhadap obligasi denominasi valas pemerintah lumrah dilakukan lembaga pemeringkat menjelang penawaran kepada calon investor, yang biasanya akan ditawarkan dalam hitungan hari. Sukuk itu akan diterbitkan pemerintah melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III (PPSI III).

Peringkat berlaku bagi seluruh sukuk yang akan diterbitkan, termasuk sukuk ramah lingkungan (green sukuk). Penawaran sukuk itu merupakan bagian dari total penerbitan senilai US$ 25 miliar (setara Rp 351,42 triliun).

Tahun ini, pemerintah berencana menerbitkan Rp 120 triliun (setara US$ 8 miliar) surat berharga negara (SBN) denominasi asing secara jumlah kotor dan US$ 4 miliar secara jumlah bersih, yang keduanya mencerminkan penurunan nilai yang signifikan dibanding realisasi US$ 10 miliar gross dan US$ 7 miliar nett pada 2018 silam.

SBN berarti termasuk surat utang negara (SUN) yang bersifat konvensional dan surat berharga syariah negara (sukuk negara).


TIM RISET CNBC INDONESIA


Saksikan video Berburu Surat Utang Domestik
[Gambas:Video CNBC]


(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading