Investor Mengerucut Jadi 2, Bank Muamalat Tawarkan 4 Skema

Syariah - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
10 May 2018 06:44
Investor Mengerucut Jadi 2, Bank Muamalat Tawarkan 4 Skema
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyiapkan paling tidak empat skema untuk penambahan modal yang ditargetkan dimulai pada Triwulan III-2018.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan skema penambahan modal Bank Muamalat tidak harus melalui rights issue untuk menambah modal inti atau tier 1. Berbagai skema telah disiapkan oleh manajemen agar calon investor baru yang berminat.

"Sebelumnya kami minta rights issue pada modal tier 1 semua agar investor baru menjadi menjadi pemegang saham mayoritas, tapi sekarang tidak harus tier 1 semua," ujarnya kepada Detik Network Rabu (9/5/2018).


Dia menjabarkan skema pertama adalah rights issue tunggal yang akan melahirkan pemegang saham mayoritas sekaligus menjadi pengendali baru. Skema ini akan mendilusi secara signfikan porsi kepemilikan seluruh pemegang saham lama yang tidak melaksanakan rights issue.

Skema berikutnya adalah rights issue bertahap. Pada skema ini right issue akan dilakukan lebih dari satu kali sesuai dengan kebutuhan penambahan modal.

Skema ketiga adalah kombinasi antara rights issue dan penerbitan sukuk subordinasi. Skema ini akan membuat investor baru mungkin tidak menjadi mayoritas, meskipun menjadi pemegang saham pengendali. "Ini adalah kombinasi antara modal tier 1 dan tier 2," jelasnya.

Adapun skema keempat adalah kombinasi antara rights issue dan asset swap. Dalam skema ini setelah rights issue, kemudian dilakukan pertukaran sebagian aset Muamalat dengan aset investor baru yang memiliki beban modal atau aktiva tertimbang menurut risiko yang lebih rendah.

"Hal tersebut akan menurunkan ATMR dari Muamalat yang pada akhirnya meningkatkan CAR (capital adequacy ratio) Muamalat," ujarnya.

Meski telah menyiapkan berbagai skema, namun Permana belum bisa menyampaikan skema mana yang akan digunakan. Berbagai opsi skema tersebut menyebabkan nilai dari rights issue yang akan dilaksanakan tahun ini juga belum pasti.

Meski demikian, Permana mengatakan calon investor baru Muamalat telah mengerucut menjadi dua investor yang masing-masing berasal dari luar negeri dan domestik. Pernyataan tersebut merupakan kemajuan karena pada pekan lalu Permana menyampaikan sudah bertemu dengan 5 calon investor dan 3 di antaranya adalah calon potensial.

"Kami mau fokus jadi tidak banyak-banyak lagi (calon investor) karena sudah dipilih-pilih oleh pemegang saham. Kami ada 2 calon investor yang akan diseriusi," jelasnya.

Namun, Permana kembali enggan untuk menyampaikan nama calon investor tersebut, meski menjanjikan akan dibuka sebelum semester I-2018 berakhir. "Kami akan mulai right issue pada triwulan III," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh CNBC Indonesia, secara terpisah seluruh bank BUMN telah ditawari untuk mengakuisisi Bank Muamalat melalui skema rights issue. Namun, Permana juga belum mau untuk mengkonfirmasi hal ini.

"Itu yang saya belum bisa konfirmasi jadi silahkan terjemahkan sendiri," ujarnya.



Bank Muamalat telah mendapatkan restu Rapat Umum Pemegang Saham untuk melakukan penambahan modal dasar sebesar Rp 8 triliun menjadi total Rp 11 triliun. Penambahan modal dilakukan dengan cara penerbitan saham baru seri B atau right issue sebanyak-banyak 80 miliar lembar saham.

Saat ini modal disetor Bank Muamalat mencapai Rp1,1 triliun dengan modal yang belum disetor mencapai Rp1,89 triliun. Muamalat memiliki saham seri B dalam portepel yang belum diterbitkan sebanyak 18,96 miliar lembar saham.

Sebelumnya, Bank Muamalat batal melakukan rights issue setelah Minna Padi Investama sebagai calon investor tidak memenuhi sejumlah persyaratan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Minna Padi berencana untuk menyuntikan modal hingga Rp4,5 triliun yang memungkinan menjadi pemegang saham mayoritas. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading