MARKET DATA
Newsletter

Purbaya Buka-bukaan APBN Semester I, Harga Minyak Anjlok Jadi Sorotan

mae,  CNBC Indonesia
07 July 2026 06:38
Pedagang Christopher Lagana bekerja di lantai Bursa Efek New York, Jumat, 11 April 2025. (AP Photo/Richard Drew)
Foto: Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah dan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa Dalam Rapat Paripurna DPR RI, ke-5 Masa Persidangan 1 Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street melanjutkan tren positif pada perdagangan Senin atau Selasa dini hari wkatu Indonesia.

Indeks S&P 500 naik 0,72% dan ditutup di level 7.537,43. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,12% menjadi 26.121,16.

Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average menguat 155,84 poin atau 0,29% ke rekor penutupan baru di 53.055,91. Indeks yang berisi 30 saham unggulan tersebut juga sempat mencetak rekor tertinggi intraday.

Sektor teknologi menjadi motor penguatan pasar. ETF State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) naik hampir 2%, dipimpin oleh lonjakan saham Western Digital sebesar 7% dan kenaikan Teradyne sebesar 2,8%. Saham Marvell Technology menguat lebih dari 1%, sedangkan Oracle naik 2,5%.

Pada pekan lalu, Dow Jones mencatat kenaikan hampir 2%. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat 1,8% dan 2,1%.

 

Kenaikan tersebut terjadi meskipun saham-saham semikonduktor yang menjadi pendorong utama reli pasar sepanjang tahun ini melemah pada pekan lalu.

Investor mengurangi eksposur terhadap saham produsen chip dan mulai beralih ke sektor lain.

ETF VanEck Semiconductor (SMH) turun 3,2%, mencatat pekan pelemahan kedua secara berturut-turut. Meski demikian, sepanjang enam bulan pertama tahun ini dana tersebut masih membukukan kenaikan lebih dari 80% dan kembali naik sekitar 2% pada perdagangan Senin.

"Kini ekspektasi pasar sudah sangat tinggi. Karena itu, saya tidak yakin saham-saham ini akan mencatat kenaikan sebesar paruh pertama tahun ini pada semester kedua," kata Anthony Saglimbene, Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial, kepada CNBC International.

Menurutnya, selama fundamental perusahaan tetap kuat, saham-saham tersebut masih berpotensi melanjutkan kenaikan meski dengan laju yang lebih moderat.

Saglimbene memperkirakan dalam beberapa bulan ke depan akan terjadi rotasi antara saham-saham pemimpin reli kecerdasan buatan (AI) dan pasar secara keseluruhan.

Hal itu akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan-perusahaan AI mempertahankan prospek bisnis dan membukukan laba yang kuat.

 

"Saya rasa tidak bisa berharap hanya satu kelompok saham yang akan terus menjadi penggerak pasar pada semester kedua. Yang paling menentukan adalah fundamental perusahaan, pertumbuhan laba, tingkat suku bunga, serta pertumbuhan ekonomi. Dan untuk saat ini, seluruh faktor tersebut masih memberikan latar belakang yang cukup positif," ujarnya.

Di sisi lain, saham Microsoft turun hampir 1% setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan atau sekitar 2,1% dari total tenaga kerjanya.

Sebaliknya, saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4% setelah Presiden Donald Trump mempromosikan komputer buatan perusahaan tersebut dari Gedung Putih usai membunyikan lonceng pembukaan perdagangan.

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features