MARKET DATA
NEWSLETTER

Mei Jadi Bulan Pahit bagi IHSG & Rupiah, Saatnya Move On!

mae,  CNBC Indonesia
29 May 2026 06:20
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
  • Pasar keuangan Indonesia babak belur sebelum libur panjang Idul Adha, saham an rupiah jatuh
  • Wall pesta dan mencetak rekor
  • Perkembangan perang hingga data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa pekan ini. Baik pasar saham dan rupiah sama-sama ambruk.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Selasa (26/5/2026), melanjutkan tekanan setelah sehari sebelumnya sempat menguat.
IHSG turun 76,16 poin atau 1,23% ke posisi 6.130,19.

Nilai transaksi perdagangan sesi pertama tercatat sebesar Rp 18,1 triliun dengan volume 24,88 miliar saham dan frekuensi 1,96 juta kali transaksi.

Sebanyak 241 saham tercatat menguat, 447 melemah, dan 133 bergerak stagnan. Asing mencatat net sell sebesar Rp 1,6 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dibukukan sektor konsumer primer, properti dan finansial.

Secara spesifik, emiten yang paling menekan kinerja IHSG adalah emiten blue chip kapitalisasi pasar jumbo, termasuk Astra International (ASII) dengan sumbangsih pelemahan 18,95 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -15,68 poin dan Bank Central Asia (BBCA) -11,71 poin.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) mengakhiri perdagangan di level Rp17.775/US$ atau melemah 0,25%.
Mata uang rupiah sudah melemah empat hari beruntun dan anjlok 1%.

Di pasar di non-deliverable forward (NDF), nilai tukar rupiah bahkan sudah menyentuh Rp 18.000.
Untuk tenor 1 minggu (SW), nilai tukar rupiah kurs NDF berada di kisaran Rp17.832-17.840 per dolar AS, sementara tenor 1 tahun sudah menembus Rp18.228-18.245.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naikke 6,709% pada Selasa kemarin, naik dari 6,69% pada hari sebelumnya.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street pesta pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Bursa ditutup di level rekor pada Kamis, didorong penguatan saham teknologi dan optimisme pasar atas laporan kesepakatan antara AS dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata.

Indeks S&P 500 naik 0,58% ke 7.563,63, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,91% ke 26.917,47. Keduanya juga sempat mencetak rekor tertinggi intraday. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05% ke 50.668,97.

Saham teknologi memimpin reli setelah Snowflake memberikan proyeksi laba yang kuat dan membangkitkan kembali optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI). Saham perusahaan itu melonjak 36,5%, menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang sejarahnya.

Kenaikan Snowflake turut mengangkat saham perangkat lunak lainnya. ETF sektor software teknologi IGV naik 2,8%, sementara saham produsen chip seperti Qualcomm dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak 4,2% dan 4,6%.

Pasar juga terdorong laporan Axios yang menyebut negosiator AS dan Iran menyepakati memorandum 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan pembahasan program nuklir Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan akhir.

Harga minyak sempat turun setelah laporan tersebut. Minyak mentah WTI ditutup naik tipis 0,3% ke US$88,90 per barel, sedangkan Brent turun 0,6% ke US$93,71 per barel.

Sentimen pasar juga membaik setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks PCE naik 0,4% pada April, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,5%. Namun, inflasi tahunan masih bertahan di level 3,8%, di atas target 2% milik The Federal Reserve.

Pasar keuangan Indonesia hari ini akan dibuka kembali setelah libur dua hari. Mengingat hari ini menjadi perdagangan terakhir pada pekan ini maka pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen.

Sentimen terbesar akan datang dari luar negeri yakni perkembangan perang. Setelah tiga bulan, perang kini memasuki gencatan senjata periode baru.

IHSG dan Rupiah di Mei Babak Belur

Kutukan buruk IHSG di Mei dan tahun ini belum berakhir. Secara bulanan, IHSG sudah jatuh 11,8% di Mei tahun ini. Rekor ini akan menjadi yang terburuk sejak Mei 2000 atau 26 tahun terakhir.

Ambruknya IHSG secara bulanan juga akan memperpanjang tren negatifnya di mana bursa saham Indonesia tak sekalipun mencatat zona hijau secara bulanan sepanjang tahun ini. 


Rekor IHSG tak berhenti di situ karena sepanjang perdagangan Mei 2026, IHSG lebih banyak berada di zona merah yakni 9 hari dibandingkan hijau (6).

Sepanjang tahun ini, IHSG sudah ambruk 29% yang merupakan terburuk di dunia.

Rupiah juga tak kalah buruk. Sepanjang Mei 2026, sudah ambruk 2,7% atau terburuk sejak Oktober 2024. Sepanjang  tahun ini, nilai tukar rupiah hampir selalu melemah secara bulanan. Pengecualian terjadi pada Februari 2026.

Perkembangan Perang

Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari serta membuka kembali pelayaran di Selat Hormuz, menurut sumber Reuters. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut belum menyetujui kesepakatan tersebut, sementara Iran mengatakan perjanjian itu belum final.

Kesepakatan itu juga mencakup pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS dan pelonggaran sebagian sanksi minyak Iran. Kabar ini langsung menekan harga minyak karena pasar berharap jalur energi penting dunia tersebut kembali normal.

 

Di tengah negosiasi, ketegangan masih terjadi. Militer AS mengaku menembak jatuh lima drone Iran di Bandar Abbas, sementara Kuwait mencegat rudal balistik yang ditembakkan ke wilayahnya. Iran memperingatkan akan memberi respons lebih keras jika serangan berulang.

Konflik AS-Iran yang telah berlangsung tiga bulan sejauh ini telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang pasar energi global.

Inflasi PCE Amerika

Inflasi pengeluaran warga AS yang dikenal dengan indeks harga PCE Amerika Serikat naik 3,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada April 2026. Ini adalah level tertinggi sejak Mei 2023 dan sejalan dengan ekspektasi pasar.

Rata-rata perubahan tahunan indeks harga PCE di AS tercatat sebesar 3,29% sejak 1960 hingga 2026, dengan rekor tertinggi mencapai 11,60% pada Maret 1980 dan rekor terendah -1,47% pada Juli 2009.

Sementara itu, inflasi inti PCE (core PCE) di AS naik 3,3% (YoY) pada April 2026, lebih tinggi dibandingkan 3,2% pada Maret. Angka tersebut masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2% dan sesuai dengan perkiraan analis.

Indeks harga inti PCE adalah panduan utama The Fed dalam menilai inflasi I AS.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi PCE AS naik 0,4% pada April 2026, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,5%, setelah melonjak 0,7% pada Maret.

Belanja pribadi masyarakat Amerika Serikat naik 0,5% secara bulanan (mtm) pada April 2026 atau bertambah US$111,1 miliar. Angka ini melambat dibanding kenaikan 1% pada Maret yang telah direvisi naik, namun tetap sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sebaliknya, pendapatan pribadi masyarakat Amerika Serikat tercatat tidak berubah secara bulanan (mtm) pada April 2026, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,4%, setelah sebelumnya naik 0,5% pada Maret yang direvisi sedikit lebih rendah.

Klaim Pengangguran AS Naik

Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik 5.000 menjadi 215.000 pada pekan ketiga Mei atau 22 Mei 2026, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan hanya 1.000.

Sementara itu, klaim pengangguran berkelanjutan (continuing jobless claims) naik 15.000 menjadi 1,786 juta pada pekan kedua Mei, sejalan dengan perkiraan pasar sebesar 1,780 juta.

Meski mengalami kenaikan tipis, jumlah klaim tersebut masih jauh di bawah rata-rata tahun sebelumnya dan memperpanjang periode stabilitas sejak penurunan klaim awal dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih tetap kuat dan memberi ruang bagi The Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Berikut agenda ekonomi hari ini:

  • Direktur Utama Perum BULOG melakukan pembagian daging kurban dalam rangka merayakan Iduladha 1447 H di kantor Perum BULOG, Jakarta Selatan

  • Konferensi pers Wakil Menteri Pertanian terkait pembahasan hilirisasi perkebunan bertempat di Gedung A, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan

  • Konferensi pers "Menyambut Pemberlakuan Registrasi Biometrik Secara Penuh" bertempat di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat. Narasumber: Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi. 


Berikut agenda korporasi hari ini:

RUPS PT Agro Yasa Lestari Tbk

RUPS PT Gunanusa Eramandiri Tbk

RUPS PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk

RUPS PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk.

RUPS PT First Media Tbk

RUPS PT Pakuan Tbk

RUPS PT Prima Globalindo Logistik Tbk.

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Trisula International Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Sekar Laut Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Lippo General Insurance Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Interim PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Lautan Luas Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT Soho Global Health Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Trans Power Marine Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Mandom Indonesia Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Golden Energy Mines Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk.

Tanggal cum Dividen Tunai PT Autopedia Sukses Lestari Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Indo Acidatama Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT Pulau Subur Tbk.

Tanggal DPS Dividen Tunai Wijaya Karya Beton

Tanggal DPS Dividen Tunai PT Nusatama Berkah Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai PT Gunung Raja Paksi Tbk.

Tanggal ex Dividen Tunai PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Tanggal DPS Dividen Tunai PT Chandra Asri Pacific Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai PT Ecocare Indo Pasifik Tbk.

Tanggal ex Dividen Tunai PT Superkrane Mitra Utama Tbk

Tanggal DPS Dividen Saham Wintermar Offshore Marine Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai Wintermar Offshore Marine Tbk

Tanggal DPS Dividen Saham Wintermar Offshore Marine Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai Wintermar Offshore Marine Tbk



Berikut indikator ekonomi terbaru:



Most Popular
Features