MARKET DATA
NEWSLETTER

Mei Jadi Bulan Pahit bagi IHSG & Rupiah, Saatnya Move On!

mae,  CNBC Indonesia
29 May 2026 06:20
Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon/File Foto)
Foto: Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street pesta pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.

Bursa ditutup di level rekor pada Kamis, didorong penguatan saham teknologi dan optimisme pasar atas laporan kesepakatan antara AS dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata.

Indeks S&P 500 naik 0,58% ke 7.563,63, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,91% ke 26.917,47. Keduanya juga sempat mencetak rekor tertinggi intraday. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05% ke 50.668,97.

Saham teknologi memimpin reli setelah Snowflake memberikan proyeksi laba yang kuat dan membangkitkan kembali optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI). Saham perusahaan itu melonjak 36,5%, menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang sejarahnya.

Kenaikan Snowflake turut mengangkat saham perangkat lunak lainnya. ETF sektor software teknologi IGV naik 2,8%, sementara saham produsen chip seperti Qualcomm dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak 4,2% dan 4,6%.

Pasar juga terdorong laporan Axios yang menyebut negosiator AS dan Iran menyepakati memorandum 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan pembahasan program nuklir Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan akhir.

Harga minyak sempat turun setelah laporan tersebut. Minyak mentah WTI ditutup naik tipis 0,3% ke US$88,90 per barel, sedangkan Brent turun 0,6% ke US$93,71 per barel.

Sentimen pasar juga membaik setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks PCE naik 0,4% pada April, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 0,5%. Namun, inflasi tahunan masih bertahan di level 3,8%, di atas target 2% milik The Federal Reserve.

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features