MARKET DATA
Newsletter

Wall Street Tetap Pesta Meski Perang Membara & Minyak Panas, RI Bisa?

mae,  CNBC Indonesia
23 April 2026 06:20
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
  • Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona merah, bursa saham dan mata uang rupiah jatuh
  • Walll Street terbang dan mencetak rekor
  • Perkembangan perang, realisasi investasi dan data ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona merah. Baik bursa saham ataupun nilai tukar sama-sama melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Rabu (22/4/2026), ditutup melemah 17,77 poin atau 0,24% ke 7.541,61.

Sebanyak 440 saham naik, 240 turun, dan141 tidak bergerak. Nilai transaksi kemarin mencapai Rp18,15 triliun, melibatkan 49,44 miliar saham dalam 2,95 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 13.361 triliun. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp826,42 miliar pada perdagangan kemarin sekaligus mengakhiri tren positif net buy pada Senin-Selasa pekan ini.

Mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau dengan koreksi terbesar dibukukan sektor infrastruktur, energi dan barang baku. Sementara itu industri, finansial dan konsumer primer mencatatkan kenaikan tertinggi kemarin.




Emiten konglomerat tercatat menjadi pemberat kinerja IHSG kemarin, termasuk emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu dan emiten Grup Sinar Mas.

Emiten batu bara Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG dengan pelemahan23,81 indeks poin. Saham DSSA kemarin turun 9,71% ke Rp 2.510 per saham.

Lalu diikuti oleh Barito Renewables Energi (BREN) yang kemarin turun 9,62% ke Rp 5.400 per saham dan berkontribusi atas pelemahan21,21 indeks poin.

Kedua emiten ini diketahui mengalami tekanan jual signifikan oleh investor setelah pengumuman MSCI yang kemungkinan berdampak atas dikeluarkannya saham BREN dan DSSA dari indeks MSCI Global Standard.

Kedua emiten ini diketahui mengalami tekanan jual signifikan oleh investor setelah pengumuman MSCI. Investor asing tercatat kompak secara masif melepas saham BREN dan DSSA pada perdagangan kemarin.

Dua saham top gainers kemarina adalah PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) dengan kenaikan harga 33,96% di harga Rp71 per unit dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang menguat 29,52% di harga Rp136 per saham. 


Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah harus berakhir di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/4/2026), di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan.


Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan kemarin dengan depresiasi sebesar 0,18% ke posisi Rp17.170/US$. Pergerakan ini membalikkan posisi rupiah setelah pada perdagangan sebelumnya berhasil menguat 0,15% ke level Rp17.140/US$.



Sepanjang perdagangan kemarin, mata uang Garuda sejatinya sempat dibuka menguat tipis di level Rp17.130/US$, sebelum akhirnya berbalik melemah hingga penutupan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia pada pukul 15.00 WIB terpantau justru terkoreksi 0,07% ke level 98,320.

Pergerakan rupiah pada perdagangan kemarin berlangsung seiring pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.

Dalam RDG yang digelar pada 21-22 April 2026, BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility di level 3,75% dan suku bunga lending facility sebesar 5,50%.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG, Rabu (22/4/2026).

Dengan kembali ditahannya BI Rate pada April ini, maka keputusan tersebut menjadi yang ketujuh kali berturut-turut.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) ditutup melonjak ke 6,638%, dari semula 6,583%. Kenaikan imbal hasil menandai harga SBN yang turun karena investor ramai menjualnya,


Add logo_svg as a preferred
source on Google

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari.

S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level rekor pada perdagangan Rabu setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata AS dengan Iran, sementara laporan laba perusahaan yang positif juga ikut mengangkat sentimen pasar.

Indeks S&P 500 naik 1,05% dan ditutup di 7.137,90, sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi melonjak 1,64% ke 24.657,57.

Nasdaq bahkan sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru dalam sesi tersebut. S&P 500 sendiri sudah berhasil menghapus seluruh kerugian akibat perang Iran sejak pekan lalu.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 340,65 poin atau 0,69% ke posisi 49.490,03.

 

Tak lama setelah penutupan pasar Selasa, Trump memperpanjang gencatan senjata AS selama dua pekan, dengan alasan langkah itu diperlukan karena pemerintahan di Teheran sedang dalam kondisi terpecah serius.

Jadwal pembicaraan damai hingga kini masih penuh ketidakpastian. Kurangnya komitmen dari Teheran dilaporkan menyebabkan penundaan perjalanan Wakil Presiden JD Vance untuk bergabung dalam perundingan damai.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa negosiator Teheran menyatakan tidak akan hadir karena pembicaraan dengan AS dianggap buang-buang waktu.

Bahkan setelah Trump memperpanjang gencatan senjata, angkatan laut Iran pada Rabu mengatakan telah menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz, di tengah ketegangan yang masih berlangsung di jalur pelayaran penting tersebut yang pada dasarnya masih tertutup. Harga minyak pun melonjak, dengan kontrak berjangka Brent menembus US$100 per barel.

Namun, dengan Nasdaq berada di level tertinggi sepanjang masa, Ben Fulton dari WEBs Investments menilai investor kini mulai mengabaikan perkembangan di Timur Tengah. Menurutnya, saham-saham AS berpotensi lebih mudah melanjutkan kenaikan dibanding pasar internasional, terutama karena dorongan positif dari musim laporan keuangan.

"Seminggu lalu saya bilang risikonya masih ke atas. Tapi pasar bergerak sangat cepat, sekarang saya melihat justru risikonya ke bawah," kata CEO perusahaan itu dalam wawancara kepada CNBC International.

"Saatnya menaruh ini di kaca spion belakang. Investor harus tetap berada di jalurnya." Imbuhnya.

Data FactSet menunjukkan musim laporan keuangan juga dimulai dengan kuat.

Saham Boeing naik 5,5% setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartal I yang lebih kecil dari perkiraan.

Selain itu, saham GE Vernova melonjak hampir 14% setelah pendapatan kuartal I melampaui ekspektasi. Kedua perusahaan itu termasuk di antara lebih dari 80% emiten S&P 500 yang sejauh ini berhasil melampaui perkiraan analis, menurut

Pelaku pasar keuangan perlu mencermati sejumlah sentimen yang menggerakkan pasar keuangan hari ini, Rekor Wall Street diharapkan bisa menjadi katalis positif untuk IHSG hari ini. Namun, menguatnya indeks dolar dan harga minyak bisa menekan rupiah.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga akan menyampaikan realisasi investasi kuartal I yang mencerminkan kepercayaan dunia investor terhadap ekonomi Indonesia di awal tahun ini.

Perkembangan Perang

Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz pada Rabu, memperketat kontrol atas jalur pelayaran strategis itu setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan tanpa tanda-tanda perundingan damai dimulai lagi.

Trump tetap mempertahankan blokade laut AS terhadap perdagangan Iran. Iran menegaskan gencatan senjata penuh hanya masuk akal jika blokade dicabut.


Penyitaan kapal ini menjadi yang pertama sejak perang dimulai akhir Februari. Ketegangan di Hormuz membuat sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia tertahan, mendorong harga minyak Brent naik di atas US$100 per barel.

Jumlah kapal yang melintasi HormuzFoto: Reuters


Trump mengatakan gencatan senjata diperpanjang atas permintaan mediator Pakistan, tetapi belum menetapkan batas waktu baru. Pakistan masih berupaya mempertemukan kedua pihak setelah perundingan gagal terlaksana.

AS dan Iran masih berselisih soal isu utama. Washington ingin Iran menghentikan pengayaan uranium, sementara Teheran menuntut perang diakhiri, sanksi dicabut, ganti rugi dibayar, dan kontrol Iran atas Hormuz diakui.

Harga Minyak Melonjak Lagi, Dolar Terbang

Harga minyak melonjak kembali setelah Iran memblokade Hormuz lagi. Pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026), harga minyak brent melesat 3,5% ke US$ 101,91 per barel atau tertinggi sejak dua pekan terakhir. Ini juga menjadi pertama kali brent menyentuh level US$ 100 lagi sejak 8 April 2026.

Harga minyak WTI naik 1% ke US$ 92,96 per barel.

Kenaikan harga minyak berimbas ke lonjakan harga dolar AS. Indeks dolar terbang ke 98,59 atau posisi tertinggi dalam 12 hari terakhir.



Lonjakan indeks dolar menandai investor tengah memburu dolar dan menjual instrument investasi non-denominasi dolar. Kondisi ini bisa memicu outflow dari Emerging Market sehingga memicu tekanan pada rupiah.

Harga minyak melonjak kembali setelah Iran memblokade Hormuz lagi. Pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026), harga minyak brent 

Realisasi Investasi Kuartal I

BKPM akan menggelar konferensi pers Realisasi investasi Triwulan I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Hukum, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, dan Kepala Badan Pusat Statistik.

Realisasi ini akan mencerminkan seberapa besar ketertarikan investor lokal dan asing dalam menanamkan modal di Indonesia pad Januari-Maret 2026 atau awal tahun yang penuh gejolak.
Kepala BKPM Rosan Roeslani sudah melaporkan kinerja investasi kuartal I-2026 kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, menarik disimak lebih lanjut detail dari realisasi tersebut.

Investasi kuartal I-2026 yang mencapai Rp498,79 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp497 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 7,22% secara tahunan (yoy). Sementara penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang, naik 18,93% yoy.

Menurut Rosan, komposisi investasi domestik dan asing relatif seimbang. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 49,89%, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp249,94 triliun. Investasi di luar Jawa juga lebih besar, yakni 50,37%, dibanding Jawa 49,63%.

Adapun lima negara investor terbesar di Indonesia berasal dari Singapura, Hong Kong, China, AS dan Jepang.

BI Tahan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada April 2026. Beriringan dengan ditahannya suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,5% pada April 2026.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 21 dan 22 April memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap sebesar 4,75%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers yang diadakan secara daring pada Rabu (22/4/2026).

Perry menjelaskan keputusan ini konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.


Ke depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

BI juga membeberkan kebijakan makroprudensial seperti mempertahankan: (i) Rasio Countercyclical Capital Buffer (CCyB) sebesar 0%; (ii) Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) pada kisaran 84-94%; (iii) Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) maksimum 35% dari modal bank; (iv) Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 5% dengan fleksibilitas repo sebesar 5%; dan (v) rasio PLM Syariah sebesar 3,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 3,5%. Kebijakan lain adalah pengecualian atas larangan transaksi NDF jual valuta asing terhadap Rupiah di pasar luar negeri bagi Dealer Utama Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) tertentu yang memenuhi persyaratan dari Bank Indonesia guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah dan pendalaman pasar keuangan domestik;

Pertumbuhan Kredit Bisa Tembus 12%

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan kredit perbankan bisa menembus 8-12% sepanjang 2026, ditopang turunnya suku bunga dan likuiditas perbankan yang masih longgar.

Target batas atas 12% tersebut lebih tinggi dibanding realisasi pertumbuhan kredit 2025 yang tercatat 9,69% secara tahunan. Sebelumnya, kredit sempat tumbuh 10,39% pada 2024.

"Pertumbuhan kredit 2026 berada di kisaran 8-12%, dipengaruhi sisi permintaan dan penawaran," ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/4/2026).

Dari sisi pendorong, Perry menyoroti penurunan bunga kredit yang mulai terasa. Hingga Maret 2026, suku bunga kredit turun ke level 8,76%, atau turun 44 basis poin dibanding periode sebelumnya.

Sementara bunga deposito turun lebih cepat menjadi 4,19%, merosot 62 basis poin. Menurut Perry, hal itu didorong koordinasi perbankan dalam menekan pemberian special rate deposito yang kini tinggal 26,3% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan bunga yang makin rendah, penyaluran kredit juga mulai menanjak. Per Maret 2026, pertumbuhan kredit tercatat 9,49%, naik dari Februari yang sebesar 9,37%.

BI juga melihat ruang ekspansi kredit masih besar. Pasalnya, nilai undisbursed loan atau kredit yang sudah disetujui namun belum dicairkan masih mencapai Rp2.527,46 triliun, setara 22,59% dari total plafon kredit.

Dari sisi pendanaan, kondisi perbankan juga dinilai solid. Dana Pihak Ketiga tumbuh 13,55% pada Maret 2026, memberi ruang bagi bank untuk terus menyalurkan pembiayaan ke sektor riil.

Dengan kombinasi bunga turun, likuiditas longgar, dan permintaan kredit yang mulai pulih, BI menilai mesin kredit perbankan siap kembali ngebut tahun ini.

PT POS Jadi Holding

Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) mendorong penguatan peran PT Pos Indonesia sebagai induk konsolidasi BUMN logistik nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah membangun rantai distribusi yang lebih efisien dan terintegrasi.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan seluruh perusahaan pelat merah harus adaptif terhadap perubahan teknologi dan siap menjalani transformasi besar-besaran.

"Saya ingin semua memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi yang terjadi di perusahaan-perusahaan BUMN. Karena seluruh transformasi ini akan dialami semua BUMN," ujar Dony dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Menurut Dony, transformasi bukan sekadar arahan pemerintah, tetapi kebutuhan mendesak agar BUMN menjadi perusahaan yang berkelanjutan, terus berkembang, dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

Dalam konteks logistik, PT Pos Indonesia dinilai strategis untuk menjadi nakhoda holding logistik nasional. Konsolidasi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memangkas biaya logistik nasional, serta memperlancar distribusi barang ke seluruh pelosok Indonesia.

Tak hanya itu, Pos Indonesia juga diminta memperkuat daya saing lewat peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan percepatan digitalisasi bisnis.

Dengan transformasi tersebut, pemerintah berharap PT Pos Indonesia bisa naik kelas dari perusahaan jasa pos tradisional menjadi pemain utama logistik nasional yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemerintah Menaikkan HAP Sapi

Pemerintah secara resmi telah memutuskan melakukan penyesuaian Harga Acuan Penjualan (HAP) untuk komoditas sapi hidup. Kenaikan ini menjadi salah satu respons atas tekanan global yang mulai memengaruhi harga pangan impor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, kenaikan HAP sapi hidup diperkirakan sekitar Rp1.000 per kilogram (kg). Dengan penyesuaian ini, harga acuan sapi hidup berada di kisaran Rp59.000 per kg.

"Itu ada penyesuaian kira-kira seribu rupiah lebih per kilonya sapi hidup. Dari Rp58.000 menjadi Rp59.000 sekian," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan ini tidak lepas dari dampak kondisi geopolitik global yang ikut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas impor, termasuk sapi hidup.

"Memang ini walaupun jauh ya perangnya itu, geopolitik, tapi memang mempengaruhi tarif rotasi. Karena itu juga, beberapa pangan impor itu melakukan penyesuaian. Misalnya sapi hidup," ujarnya.

Meski ada penyesuaian di tingkat hulu, pemerintah memastikan harga daging sapi di pasar masih berada dalam batas yang ditetapkan. Saat ini, harga daging sapi di tingkat konsumen disebut masih berada di rentang Rp130.000 hingga Rp140.000 per kg.

"Nah yang lainnya tetap. Masih dalam HAP (yang ditetapkan sebelumnya). Misalnya harga (daging sapi) di pasar, itu kan antara Rp130.000 maksimal Rp140.000 per kg. Masih dalam kisaran HAP," jelas Zulhas.

Berikut agenda ekonomi hari ini:

  • Klaim pengangguran AS
  • Inspeksi Mendadak Menteri Pertanian dan Direktur Utama Perum Bulog dalam rangka pengecekan stok beras di gudang Perum Bulog

  • Konferensi Pers Realisasi investasi Triwulan I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Ruang Nusantara, kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan

  • Menteri Keuangan memimpin sidang debottlenecking di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat

  • Economic Briefing 2026: Relevansi Asta Cita dan Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Geopolitik di Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan. Turut hadir antara lain Chairman Arsari Group, Menko Perekonomian, dan CEO Danantara Indonesia

  • HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook Q2-2026 via zoom meeting

  • Diskusi Indef bertajuk "Energi Tahan, Fiskal Aman: Menuju Elektrifikasi Anggaran Tanpa Boncos Anggaran" di On3 Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat

  • Taklimat Media Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026 bertajuk "Indonesia Kuat, Generasi Selamat." bertempat di Ruang Rapat B, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Lantai 5 Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

Berikut agenda korporasi hari ini:

RUPS PT Buana Lintas Lautan Tbk.
RUPS PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.
RUPS PT Kapuas Prima Coal Tbk
RUPS PT Victoria Insurance Tbk.
RUPS PT Medikaloka Hermina Tbk.
RUPS PT Trisula International Tbk
RUPS PT Bank SMBC Indonesia Tbk
RUPS PT Bank SMBC Indonesia Tbk
RUPS PT Astra International Tbk
RUPS PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
RUPS PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk.
akan ditentukan kemudian
Tanggal cum Dividen Tunai Matahari Department Store Tbk
Tanggal ex Dividen Tunai Pembangunan Jaya Ancol Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Astra Agro Lestari Tbk
Tanggal cum Dividen Tunai Astra Graphia Tbk
Jatuh Tempo Surat Berharga Negara seri Surat Perbendaharaan Negara Seri SPN12260423

Berikut indikator ekonomi terbaru:

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]



Most Popular
Features