Wall Street Tetap Pesta Meski Perang Membara & Minyak Panas, RI Bisa?
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari.
S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup di level rekor pada perdagangan Rabu setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata AS dengan Iran, sementara laporan laba perusahaan yang positif juga ikut mengangkat sentimen pasar.
Indeks S&P 500 naik 1,05% dan ditutup di 7.137,90, sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi melonjak 1,64% ke 24.657,57.
Nasdaq bahkan sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru dalam sesi tersebut. S&P 500 sendiri sudah berhasil menghapus seluruh kerugian akibat perang Iran sejak pekan lalu.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 340,65 poin atau 0,69% ke posisi 49.490,03.
Tak lama setelah penutupan pasar Selasa, Trump memperpanjang gencatan senjata AS selama dua pekan, dengan alasan langkah itu diperlukan karena pemerintahan di Teheran sedang dalam kondisi terpecah serius.
Jadwal pembicaraan damai hingga kini masih penuh ketidakpastian. Kurangnya komitmen dari Teheran dilaporkan menyebabkan penundaan perjalanan Wakil Presiden JD Vance untuk bergabung dalam perundingan damai.
Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa negosiator Teheran menyatakan tidak akan hadir karena pembicaraan dengan AS dianggap buang-buang waktu.
Bahkan setelah Trump memperpanjang gencatan senjata, angkatan laut Iran pada Rabu mengatakan telah menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz, di tengah ketegangan yang masih berlangsung di jalur pelayaran penting tersebut yang pada dasarnya masih tertutup. Harga minyak pun melonjak, dengan kontrak berjangka Brent menembus US$100 per barel.
Namun, dengan Nasdaq berada di level tertinggi sepanjang masa, Ben Fulton dari WEBs Investments menilai investor kini mulai mengabaikan perkembangan di Timur Tengah. Menurutnya, saham-saham AS berpotensi lebih mudah melanjutkan kenaikan dibanding pasar internasional, terutama karena dorongan positif dari musim laporan keuangan.
"Seminggu lalu saya bilang risikonya masih ke atas. Tapi pasar bergerak sangat cepat, sekarang saya melihat justru risikonya ke bawah," kata CEO perusahaan itu dalam wawancara kepada CNBC International.
"Saatnya menaruh ini di kaca spion belakang. Investor harus tetap berada di jalurnya." Imbuhnya.
Data FactSet menunjukkan musim laporan keuangan juga dimulai dengan kuat.
Saham Boeing naik 5,5% setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartal I yang lebih kecil dari perkiraan.
Selain itu, saham GE Vernova melonjak hampir 14% setelah pendapatan kuartal I melampaui ekspektasi. Kedua perusahaan itu termasuk di antara lebih dari 80% emiten S&P 500 yang sejauh ini berhasil melampaui perkiraan analis, menurut
(mae/mae) Add
source on Google