Internasional

Ada Apa Iran? Keluarga Timnas Piala Dunia Diancam Bui-Disiksa

News - sef & Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 November 2022 14:18
Timnas Iran di Piala Dunia 2022 Qatar. (Getty Images/Laurence Griffiths) Foto: Timnas Iran di Piala Dunia 2022 Qatar. (Getty Images/Laurence Griffiths)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keluarga Tim nasional (timnas) sepak bola Iran yang kini berlaga di Piala Dunia 2022 di Qatar terancam dipenjara dan disiksa. Ini terjadi jika para pemain gagal "berperilaku" menjelang pertandingan melawan Amerika Serikat (AS), Rabu (30/11/2022) dini hari.

Mengutip CNN International, hal ini diungkap sumber yang terlibat dalam keamanan pertandingan. Sebelumnya pemain Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan negara itu dalam pertandingan pembukaan melawan Inggris, 21 November lalu.

"Sumber mengatakan bahwa para pemain dipanggil untuk bertemu dengan anggota Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC)," tulis media AS itu, dikutip Selasa.

"Sumber tersebut mengatakan bahwa mereka diberitahu bahwa keluarga mereka akan menghadapi 'kekerasan dan penyiksaan' jika tidak menyanyikan lagu kebangsaan atau jika mereka bergabung dengan protes politik apapun melawan rezim Teheran," muat CNN International lagi.

Meskipun tak menyanyikan lagu kebangsaan saat melawan Inggris, di laga melawan Wales 25 November, hal berbeda dilakukan timnas. Mereka menyanyikan lagu dalam laga yang dimenangkannya 2-0.

Sementara itu, dilaporkan pula bagaimana badan keamanan Iran beroperasi di Qatar selama periode Piala Dunia dan menurunkan puluhan tentara IRGC untuk memantau para pemain. Mereka tidak diizinkan berbaur di luar skuad atau bertemu dengan orang asing.

"Ada sejumlah besar petugas keamanan Iran di Qatar yang mengumpulkan informasi dan memantau para pemain," kata sumber lagi.

"Carlos Queiroz, pelatih Portugal untuk tim nasional Iran, bertemu secara terpisah dengan petugas IRGC menyusul ancaman mereka terhadap pemain Iran dan keluarga mereka," ujarnya.

"Para pemain ... telah dijanjikan hadiah dan mobil menjelang pertandingan Inggris. Tetapi rezim, telah beralih untuk mengancam para pemain dan keluarga mereka setelah dipermalukan karena penolakan tim untuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka," tambah sumber lagi.

"Dalam pertandingan terakhir melawan Wales, rezim mengirim lebih dari ratusan 'aktor' pendukung untuk menciptakan rasa dukungan dan bantuan palsu di antara para penggemar. Untuk pertandingan berikutnya melawan AS, rezim berencana untuk secara signifikan meningkatkan jumlah 'aktor' menjadi ribuan," jelasnya.

Iran kini berlaga di Grup B pertandingan Piala Dunia.I ran tampil di bawah bayang-bayang gejolak domestik, akibat kematian Mahsa Amini.

Amini adalah seorang wanita berusia 22 tahun yang meninggal setelah ditahan oleh polisi moral Iran, karena tidak mematuhi aturan berpakaian konservatif negara tersebut. Ini memicu protes dan kerusuhan hingga kini yang ditanggapi teras pemerintah dan aparat keamanan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hukum Wanita Tanpa Jilbab, Iran Bakal Gunakan Teknologi Ini


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading