Begini Jurus Jokowi Bendung Lonjakan Harga Minyak Goreng

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
06 January 2022 10:10
Ratusan warga antre untuk mendapatkan minyak curah kemasan di salah satu pasar di Jakarta, Jumat (26/11/2021). Program yang dilakukan oleh Pasar Jaya berkerja sama dengan Bank DKI berupa Rp. 20.000 ribu subsidi mendapatkan 2 liter + bonus 1 liter minyak curah. Sebelumnya, warga harus menginstal aplikasi Jakone  dan mengikuti persyaratan yang tertera di aplikasi. 
Suherman salah satu pedagang gorengan mengatakan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memutuskan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di tingkat konsumen maksimal Rp14.000 per liter. Hal ini merespons lonjakan harga minyak goreng yang terjadi di Indonesia. Keputusan ini akan berlaku hingga 6 bulan ke depan dan akan dievaluasi Mei 2022.

"Kami siapkan regulasi terkait HET," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/1/2022).

Pemerintah juga akan menggelontorkan dana sebesar Rp3,6 triliun untuk menutup selisih harga minyak goreng yang ditetapkan dengan HET Rp14.000 per liter untuk menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN).


"Sesuai arahan bapak Presiden terkait penyediaan minyak goreng dengan harga terjangkau dalam sidang kabinet 30 Desember 2021. Harga di tingkat konsumen Rp14.000 per liter. Volume selama 6 bulan adalah 1,2 miliar liter dan dibutuhkan anggaran untuk menutup selisih harga dan PPN sebesar Rp3,6 triliun," kata Airlangga.

Kebutuhan dana itu akan memanfaatkan anggaran BPDPKS yang berasal dari pungutan ekspor.

"BPDPKS dapat menunjuk surveyor dan menyetujui perubahan postur anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dalam rapat tadi, akan disiapkan aturan terkait HET dari BPDPKS, perjanjian kerja sama dengan PKS dan penetapan surveyor independen.

"Menkeu menyiapkan tata cara pemungutan dan setoran PPN atas selisih harga. Dan ini adalah adopsi peraturan Ditjen Pajak dan lembaga lain dukungan termasuk Kemenperin terkait SNI," kata Airlangga.

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait Pasokan Batu Bara, LNG, dan Harga Minyak Goreng (3/1/2022) (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)Foto: Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait Pasokan Batu Bara, LNG, dan Harga Minyak Goreng (3/1/2022) (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait Pasokan Batu Bara, LNG, dan Harga Minyak Goreng (3/1/2022) (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Menyusul perintah Presiden Joko Widodo agar Menteri Perdagangan segera menangani lonjakan harga minyak goreng, Pemerintah juga merespons kenaikan harga minyak goreng dengan menggelar operasi pasar di 47 gerai dengan menyebarkan 11 juta liter. Diharapkan ini bisa membantu menurunkan harga yang kini masih tinggi.

"Saat ini kita masih mengadakan operasi pasar 11 juta liter di 47 ribu gerai modern, sekarang sudah 4 juta," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers, Rabu (5/1/2022)

Di samping itu ada 5 industri yang ditunjuk untuk memproduksi minyak goreng untuk menambah ketersediaan di pasar. Sehingga bisa berdampak terhadap harga yang berlaku saat ini.

"Akhir pekan depan diharapkan bisa mencapai pasar yang dipantau Kemendag," jelasnya.

Lutfi berkomitmen untuk memonitor ketat perkembangan harga minyak goreng dan mengambil langkah-langkah strategis bila diperlukan.

"Kita akan lapor tiap bulan mekanismenya dan bisa memberikan harga yang terjangkau ke masyarakat dan nilai aman bentuk dari penyaluran ini adalah kemasan sederhana," terang Lutfi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Blak-Blakan Sebut Ada Mafia Minyak Goreng


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading