Internasional

Kronologi Covid AS Meledak 1000%, Faskes Dilaporkan Kritis

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
18 August 2021 10:33
Gravediggers carry the casket of someone presumed to have died from coronavirus as they are buried without any family present at Mount Richmond Cemetery in the Staten Island borough of New York, Tuesday, April 7, 2020. In a marathon of grief at this small Jewish cemetery mounds of dirt are piling up as graves are opened, vans are constantly arriving with bodies aboard and a line of white signs is being pressed into the ground marking plots soon to be occupied. Families are being kept away from their loved one's gravesite at the cemetery, which caters to those with little or nothing. (AP Photo/David Goldman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 semakin dalam posisi yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat (AS). Meski memiliki angka vaksinasi yang cenderung tinggi, negara itu tetap mengalami peningkatan infeksi yang signifikan, bahkan lebih dari 1000% bila dibandingkan Juni lalu.

Mengutip data interaktif Covid-19 milik New York Times, pada akhir Juni lalu rata-rata kasus infeksi di Negeri Paman Sam masih berada di level 11 ribuan per minggunya. Namun saat ini rata-rata infeksi mingguan telah mencapai 141 ribu kasus perharinya.


Ini merupakan kenaikan lebih dari 10 kali lipat. Para analis kesehatan menganggap kenaikan tinggi ini terjadi akibat dari pelonggaran-pelonggaran yang berlaku pada liburan musim panas di mana publik seakan sudah menganggap corona telah hilang dan mengabaikan protokol.

"Kita berada di pertengahan musim panas, orang-orang mulai berkumpul, mereka dalam kelompok yang besar. Vaksin telah membuat mereka merasa aman, dan mereka lupa dengan protokol kesehatan," kata dr. Perkin Halkitis, dekan di Rutgers School of Public Health, dalam wawancara bersama CNBC International.

Kenaikan ini sendiri telah dimotori oleh lima negara bagian yaitu Florida, Louisiana, Mississippi, Oregon, dan Hawaii. Hal ini semakin membebani fasilitas kesehatan di negara bagian itu.

Di Hawaii, petugas kesehatan bahkan telah menyatakan kekhawatirannya bahwa negara bagian kepulauan Pasifik itu tidak akan mampu menangani pasien Covid-19.

"Kami sedang 'terbakar'. Ketika kita memiliki rumah sakit yang benar-benar khawatir untuk dapat merawat orang, itu adalah krisis," direktur kesehatan Hawaii, Dr. Elizabeth Char, mengatakan pada konferensi pers minggu lalu.

"Ketika kita melihat pertumbuhan eksponensial dalam jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 setiap hari dengan 2.000 orang dalam tiga hari terakhir, itu adalah krisis. Dan pada titik di mana kita membanjiri sumber daya kita, itu adalah bencana."

AS sendiri merupakan salah satu negara dengan progress vaksinasi tercepat.Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan pada hari Selasa (17/8/2021) sekitar 198,9 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, termasuk sekitar 168,9 juta orang yang telah sepenuhnya divaksinasi.

Dengan penambahan ini, AS tetap menjadi negara yang menemukan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Negara pimpinan Presiden Joe Biden itu mencatatkan37,1 juta infeksi yang diiringi 623.237 kematian.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemulihan Bergerak Cepat, Inflasi AS Diprediksi Tetap Tinggi


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading