Internasional

Corona Naik, Malaysia Larang Warga 'Open House' di Lebaran

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 May 2021 11:51
Motorists drive in front of the prime minister's office building in Putrajaya, Malaysia, Friday, Oct. 23, 2020. Malaysian opposition leader Anwar Ibrahim said Friday he was concerned about reports that Prime Minister Muhyiddin Yassi may invoke emergency laws to suspend Parliament and stymie bids to oust his government. (AP Photo/Vincent Thian) Foto: Kantor perdana menteri Malaysia di Putrajaya, Malaysia. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia melarang masyarakat untuk menggelar acara open house saat Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 13 Mei mendatang. Larangan ini berlaku untuk negara bagian yang sedang memberlakukan penguncian (lockdown) melalui Perintah Kawalan Pergerakan (MCO/PKP).

Namun masyarakat masih bisa menerima tamu sesuai dengan tingkatan PKP di daerah mereka. Bagi yang tinggal di wilayah "PKP pemulihan" dan "PKP bersyarat" diperbolehkan untuk menerima kunjungan dari hari pertama hingga ketiga lebaran.


Khusus bagi daerah dengan status "PKP" saja, mereka pun bisa menerima tamu hanya di hari pertama.Kemudian, masyakarat yang berada di wilayah "PKP yang ditingkatkan" tidak diizinkan menerima tamu dan hanya boleh merayakan Idulfitri dengan keluarga serumah.

"Jumlah tamu yang diperbolehkan masuk ke dalam rumah juga berbeda dari satu daerah ke daerah lain karena kami ingin memastikan SOP itu, terutama agar social distancing dipatuhi, agar tidak terjadi overcrowding," kata Ismail Sabri, dikutip dari The Star.

Mereka yang berada di bawah "PKP pemulihan" dan "PKP bersyarat" dapat menjamu 20 tamu hingga 25 tamu masing-masing pada satu waktu. Bagi mereka yang berada di dalam wilayah PKP, jumlah tamu maksimal hanya 15 di dalam rumah pada satu waktu.

Namun ini tergantung pada ukuran rumah dan dengan jarak sosial. Tuan rumah didorong untuk menyiapkan alat pengecek suhu hingga menyiapkan buku tamu untuk mencatat nama dan detail kontak pengunjung.

"Namun, acara dan open house Hari Raya dilarang di semua wilayah," lanjutnya.

Ziarah ke makam juga hanya diperbolehkan di area "PKP bersyarat" dan "PKP pemulihan". Jumlahnya tidak lebih dari enam orang per kuburan dan tidak lebih dari 30 menit.

Di area PKP dan PKP yang ditingkatkan, kunjungan ke makam tidak diperbolehkan.

Ismail Sabri juga mengumumkan bahwa perjalanan antara negara bagian telah ditangguhkan mengingat meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini. Meski tak setinggi Januari, dengan rata-rata kasus per hari 4.685, kasus sejak pertengah April naik.

Puncaknya sempat terjadi 30 Aptil dengan 3.788 kasus. Per 3 Mei, data kasus corona harian rata-rata per tujuh hari 3.113.

Malaysia kini tercatat memiliki 420.632 kasus infeksi, dengan 1.574 kematian per Rabu (5/5/2021). Pekan lalu, pemerintah melaporkan rumah sakit Covid sudah kekurangan tempat tidur.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading