Internasional

Kasus Terus Bertambah, Malaysia Kehabisan Tempat Tidur RS

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
05 May 2021 03:40
Police officers check vehicles at roadblock to ensure that people abide by the movement control order on the outskirts of Kuala Lumpur, Malaysia, Wednesday, Oct. 14, 2020. Malaysia will restrict movements in its biggest city Kuala Lumpur, neighboring Selangor state and the administrative capital of Putrajaya from Wednesday to curb a sharp rise in coronavirus cases. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan bahwa unit perawatan intensif (ICU) di RS pemerintah di sekitar wilayah Lembang Klang kehabisan kapasitas tempat tidur.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Tan Sri Noor Hisham Abdullah mengatakan Rumah Sakit Sungai Buloh misalnya, mendapat lebih dari 20 kasus rujukan ke ICU setiap hari dalam satu minggu terakhir.

"Sebanyak 63 pasien ICU, dengan lebih dari 25 pasien kritis untuk diperiksa di bangsal umum dan unit gawat darurat dan lebih dari 20 kasus rujukan ke ICU setiap hari dalam satu minggu terakhir di Rumah Sakit Sungai Buloh," katanya mengutip The Star, Selasa (4/5/2021).


Menurut dia, RS di Sungai Buloh akan meningkatkan kapasitas ICU dan tempat tidur perawatan kritis secara bertahap untuk mengimbangi peningkatan jumlah kasus. Noor Hisham juga menjelaskan bagaimana sistem perawatan kesehatan masyarakat berjuang untuk menangani beban kasus Covid-19 yang kritis.


Setidaknya ada 6 RS yang mengalokasikan tempat tidur ICU dan pusat perawatan kritis untuk merawat pasien. Catatannya, RS Sungai Buloh, RS Kuala Lumpur, RS Ampang, RS Serdang, RS Selayang dan RS Tengku Ampuan Rahimah sudah over 70% kapasitasnya bahkan ada yang hampir mencapai 100%.

"Dengan kapasitas ICU Universiti Malaya Medical Centre, kapasitas tempat tidur ICU sekarang lebih dari 50%," tuturnya.

Bahkan, RS di Lembah Klang terpaksa harus mengurangi dan menunda operasi karena memprioritaskan perawatan pasien Covid-19.

"Kementerian Kesehatan akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien kritis. Kami juga akan mengupayakan layanan mereka untuk merawat pasien non-Covid-19 di rumah sakit swasta di mana biayanya akan ditanggung oleh pemerintah dengan tarif yang disepakati," katanya.

Informasi saja, Malaysia kini tercatat memiliki 420,632 kasus positif, dengan 1.574 kasus meninggal, dan 387.542 berhasil sembuh, menurut data Worldometers per Selasa (4/5/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading