Internasional

Malaysia 'Dikunci', Larang Perjalanan Lokal Mulai Hari Ini

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
10 May 2021 16:05
A Malaysian national flag is on display in front of the prime minister's office building in Putrajaya, Malaysia Friday, March 20, 2020. Malaysian government issued a movement order to the public starting from March 18 until March 31 to block the spread of the new coronavirus. For most people the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms, but for some it can cause more severe illness. (AP Photo/Vincent Thian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia melarang semua perjalanan antar-distrik dan antar negara bagian mulai Senin (10/5/2021) selama sebulan hingga 6 Juni mendatang. Kebijakan ini diambil guna mengekang penyebaran Covid-19 di Negeri Jiran.

Awalnya, kebijakan ini hanya diterapkan di daerah yang diberlakukan penguncian (lockdown) lokal lewat Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) atau Movement Control Order (MCO). Namun, kebijakan ini menjadi berlaku secara nasional.


Dilansir dari The Straits Times, larangan nasional disahkan sebelum Hari Raya Idulfitri. Malaysia akan berlebaran Kamis, 13 Mei mendatang.

Pemerintah juga melarang eksodus sebelum "Hari Raya Balik Kampung" alias mudik ke kampung halaman untuk dua tahun berturut-turut. Sebelumnya bagi warga di negara bagian yang sama, mereka masih diperbolehkan mengunjungi sanak saudara, dibatasi antara 15 sampai 25 orang dalam sekali kunjungan.

Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan perjalanan antar distrik dan antarnegara hanya diperbolehkan dengan izin polisi sementara fungsi sosial oleh sektor publik dan swasta juga dilarang selama periode ini. Ini adalah pertama kalinya pembatasan perjalanan antar distrik dan larangan pertemuan diberlakukan secara nasional sejak masuknya corona Maret tahun 2020 lalu.

Namun, pemberlakuan aturan larangan perjalanan ini mendapat kritikan dari banyak pihak. Anggota parlemen Partai Aksi Demokratik Kelvin Yii, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pengumuman mendadak menimbulkan ketidaknyamanan yang besar bagi masyarakat.

"Pengumuman pada menit-menit terakhir seperti itu tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan yang besar bagi publik," katanya.

"Lebih buruk lagi, pengumuman yang bertentangan oleh menteri yang berbeda tentang masalah yang sama pada hari yang sama itu sendiri berbicara banyak tentang bagaimana pemerintah mungkin kehilangan kendali atau tidak memiliki petunjuk bagaimana menangani pandemi ini."

Ini bukan pertama kalinya pihak berwenang dikritik karena terus-menerus mengubah aturan dan pembatasan keselamatan, saat mereka berupaya meningkatkan upaya untuk menahan virus. Setelah reaksi publik pada hari Jumat, pemerintah mengatakan olahraga luar ruangan tanpa kontak seperti jogging akan diizinkan, hanya sehari setelah melarang semua olahraga.

Aturan baru ini dilakukan pada saat sistem kesehatan Malaysia berjuang dengan rekor jumlah pasien Covid-19 yang sakit kritis. Beberapa rumah sakit dan unit perawatan intensif mencapai kapasitas penuh.

Hingga Minggu, tercatat 37.060 kasus aktif dan 416 kasus di ICU, tertinggi selama pandemi. Dua puluh enam kematian tercatat, juga yang tertinggi terlihat dalam sehari. Per Senin, Malaysia mencatat total 440.677 kasus infeksi dan 1.683 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading