Sri Mulyani, Inflasi, dan Kerumunan Tanah Abang

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 May 2021 14:26
Suasana pengunjung di Pasar Tanah Abang, Minggu, 2/5. Pasar Tanah Abang, (CNBC Indonesia/Muhammmad Sabki) Foto: Suasana pengunjung di Pasar Tanah Abang, Minggu, 2/5. Pasar Tanah Abang, (CNBC Indonesia/Muhammmad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi adalah salah satu data ekonomi yang benar-benar dipantau oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Data ini mencerminkan geliat ekonomi, utamanya konsumsi masyarakat.

"Inflasi ini kita perhatikan karena menyangkut aspek daya beli masyarakat," kata Sri Mulyani dalam sebuah jumpa pers Maret lalu.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data inflasi terbaru. Pada April 2021, terjadi inflasi 0,13 dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Dibandingkan April 2020 (year-on-year/yoy), laju inflasi adalah 1,42%.


Dibandingkan Maret 2021, laju inflasi memang terakselerasi. Kala itu, inflasi bulanan adalah 0,08% mtm dan 1,37% yoy.

Namun perlu diingat bahwa bulan lalu bertepatan dengan Ramadan yang secara historis menjadi puncak konsumsi masyarakat. Selama periode 2010-2020, rata-rata inflasi bulanan saat Ramadan ada di 0,95%, nyaris 1%.

Kemudian coba lihat inflasi inti, yang berisi barang dan jasa yang harganya persisten, susah naik turun. Pada April 2021, inflasi inti tercatat 1,18% yoy, terendah sejak BPS mulai mencatat inflasi inti pada 2004.

Inflasi inti menunjukkan kekuatan daya beli masyarakat. Ketika laju inflasi inti melambat, tandanya ada yang salah di daya beli, ada penurunan.

Data inflasi menggambarkan bahwa konsumsi masyarakat masih belum lesu. Padahal konsumsi rumah tangga adalah kunci untuk menggeber pertumbuhan ekonomi karena konsumsi punya sumbangsih lebih dari 50% terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB).

Halaman Selanjutnya --> Saat Pandemi, Geliat Ekonomi Bisa Berujung Bui!

Saat Pandemi, Geliat Ekonomi Bisa Berujung Bui!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading