Internasional

6.000 Warga Kena Covid Setelah Vaksinasi, 74 Meninggal

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
20 April 2021 14:56
Ilustrasi Covid-19 (Photo by CDC on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Telah divaksin bukan berarti seseorang tak mungkin terinfeksi corona. Seseorang tetap harus menjalankan protokol kesehatan dan menjaga jarak.

Hal ini setidaknya dibuktikan Amerika Serikat (AS). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebut ada 6.000 kasus penularan Covid-19 terjadi pasca vaksinasi atau sekitar 0,007% dari 84 juta orang.


Menurut lembaga itu sebanyak 30% tidak menunjukkan gejala. Meski begitu, ada 396 orang dirawat di rumah sakit dan 74 meninggal.

"Dengan vaksin apa pun, kami mengharapkan kasus yang jarang terjadi. Tetapi sejauh ini dari 84 juta orang yang divaksinasi penuh, kami hanya menerima laporan kurang dari 6.000 kasus terobosan," kata Direktur Pusat CDC Walensky dikutip dari CNBC International, Selasa (20/4/2021).

Meskipun demikian, ia cukup gembira karena vaksin kebanyakan berfungsi. Tapi di sisi lain, ia meyakini, angka warga yang terinfeksi setelah vaksin mungkin lebih besar dari yang tercatat.

"Ini menunjukkan apa yang telah kita diskusikan tentang vaksin ini. Mereka juga membantu mencegah Anda dari sakit parah," katanya lagi.

Separuh dari semua orang dewasa di AS telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona. Dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas, 81% telah menerima satu dosis atau lebih dan sekitar dua pertiga telah divaksinasi penuh.

Namun meski begitu, angka infeksi Covid-19 di negara itu masih menjadi yang paling tinggi di seluruh dunia. Tercatat hingga saat ini, telah terjadi 31,7 juta infeksi dengan 567 ribu kematian di Negeri Paman Sam.

AS sendiri menggunakan vaksin keluaran perusahaan lokalnya Pfizer dan Moderna. AS juga menggunakan vaksin Johnson & Johnson, meski kini disetop sementara karena kasus pembekuan darah langka.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading