Internasional

Miris, Negara Ini Tercepat Vaksin Tapi Covid Tak Turun-turun

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
20 April 2021 12:55
People gather during an anti-government protest in Santiago, Chile, Friday, Oct. 25, 2019. At least 19 people have died in the turmoil that has swept the South American nation. The unrest began as a protest over a 4-cent increase in subway fares and soon morphed into a larger movement over growing inequality in one of Latin America's wealthiest countries. (AP Photo/Rodrigo Abd)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kampanye vaksinasi Chile untuk melawan virus corona telah menjadi salah satu yang tercepat dan terluas di dunia. Menurut statistik yang dikumpulkan oleh Our World in Data, hampir 40% dari total populasi negara Amerika Selatan ini sekarang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Kecepatan ini hampir mengungguli Israel dan Inggris, yang juga telah menginokulasi sebagian besar warga dengan satu dosis. Tetapi lonjakan infeksi baru-baru ini telah memicu kekhawatiran baru.


Ya, meski vaksinasi super gencar, Chile telah mengalami peningkatan tajam dalam infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir. Alhasil walau vaksinasi berjalan, penguncian yang ketat dilakukan untuk sebagian besar dari total 19 juta penduduk.

Jumlah kasus harian di Chile naik ke rekor tertinggi pada 9 April, di atas 9.000 untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai. Ini bahkan secara signifikan lebih tinggi dari puncaknya musim panas lalu, 7.000 kasus.

Menteri Kesehatan Enrique Paris mengatakan mungkin lonjakan kasus harian sekarang telah naik ke titik tertinggi. "Begitu kami mencapai puncak itu, kami tidak mengharapkan penurunan tetapi stabilisasi dan kemudian kembali ke sejumlah kecil pasien positif," katanya sebagaimana dikutip CNBC International dari Reuters, Selasa (20/4/2021).

Menanggapi hal ini, pakar kesehatan mengatakan lonjakan kasus terbaru di negara itu, sebagian didorong oleh jenis virus yang lebih ganas. Namun, ini juga akibat pelonggaran yang dilakukan, peningkatan mobilitas, serta keengganan warga tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Sebagian ahli menyalahkan vaksin yang dipakai. Chile menggunakan vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh perusahaan China, Sinovac, dalam program vaksinasinya.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh University of Chile awal bulan ini melaporkan bahwa CoronaVac memiliki kemanjuran 56,5%, dua minggu setelah dosis kedua diberikan di negara tersebut. Namun sayangnya, bila hanya mendapat satu dosis, kemanjuran melawan corona hanya 3%.

"Ini akan membantu menjelaskan mengapa Chile dengan salah satu peluncuran vaksin terkuat di dunia tetapi 93% dari dosis berasal dari China telah mengalami ekspansi signifikan," kata Presiden Konsultan Risiko Eurasia Group, Ian Bremmer, mengatakan dalam catatan penelitian.

Saat ini pemerintah Chile sendiri sedang mempertimbangkan untuk memberikan suntikkan dosis ketiga bagi masyarakat. Langkah serupa juga telah dipertimbangkan oleh negara lainnya seperti Uni Emirat Arab (UEA).

Mengutip Worldometers, ada total 1.131.340 kasus corona di Chile. Total kematian sebanyak 25.277.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading