Bunda Waspada, Anak Kini Rentan Tertular Covid Gejala Berat

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 April 2021 08:57
Foto terbaik AP 2020, Mengenakan masker dan sarung tangan plastik untuk mencegah penyebaran virus corona, anak perempuan mengangkat tangan saat di Havana, Kuba. (AP/Ramon Espinosa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu tahun pertama munculnya corona, anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang terhindar dari konsekuensi gejala berat virus. Mereka hanya menunjukkan gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali.

Namun hal ini tidak lagi berlaku pada tahun kedua pandemi Covid-19. Akibat adanya varian baru dari virus corona, anak-anak dan remaja kini lebih mudah tertular dengan gejala ringan hingga berat.


Salah satu kasus meningkatnya infeksi terhadap anak-anak dan remaja muncul di Amerika Serikat (AS). Laporan Bloomberg menuliskan varian Covid-19 baru lebih menular dan menyerang anak muda 'lebih keras' daripada virus asli yang muncul lebih dari setahun yang lalu, ketika orang di bawah usia 30 sering tidak menunjukkan gejala.

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS juga memaparkan kenaikan kasus pada kelompok usia 5 hingga 17 tahun beberapa pekan ini di AS. Namun kabar baiknya adalah di kelompok iTU hanya ada 293 kematian yang tercatat akibat Covid-19 atau sekitar 0,1% dari keseluruhan kematian negara.

"Tingkat kematian lebih rendah, tapi ini bukan kasus ringan," kata Robert Riney, kepala operasi untuk Sistem Kesehatan Henry Ford.

Anak-anak dan remaja, yang seringkali belum divaksinasi. Mereka lebih mudah tertular virus melalui olahraga sekolah dan pertemuan sosial.

Sementara itu, lonjakan kasus infeksi juga terjadi pada umur 18-24 tahun di Illinois AS. Jumlah tertinggi menyerang mereka yang berumur 20 tahun.

Menurut Worldometers, AS kini masih menjadi negara dengan kasus infeksi Covid-19 terbanyak di dunia. AS memiliki lebih dari 32,4 juta kasus dan lebih dari 581 ribu kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading