PPKM Diperpanjang (Lagi), Bisakan Ekonomi RI Bersemi?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
20 April 2021 11:40
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Saat Memberikan Keterangan Pers Para Menteri terkait Rapat Terbatas (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 3 Mei 2021. Apakah kebijakan ini ampuh untuk meredam penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19)? Apakah kebijakan ini membuat ekonomi Indonesia sengsara?

PPKM Mikro Tahap VI memasukkan lima provinsi baru yakni Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Barat. Plus, pemerintah memperkenalkan dua kebijakan baru.

Pertama adalah Program Pengungkit Ekonomi untuk meningkatkan konsumsi masyarakat yang terdiri dari:


  1. Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh tanpa dicicil paling lambat H-7.
  2. Pemberian THR untuk Aparat Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri paling lambat H-10.
  3. Percepatan program Perlindungan Sosial dan Kartu Sembako yang semestinya pada Mei-Juni 2021 menjadi awal Mei 2021.

Kebijakan kedua adalah mendorong permintaan (demand) yang terdiri dari:

  1. Kampanye Berbagi Kiriman untuk Keluarga di Rumah.
  2. Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di mana bebas ongkos kirim ditanggung pemerintah pada H-10 hingga H-6.
  3. Program penyaluran Bantuan Sosial berupa beras masing-masing 10 kg, peserta Kartu Sembako sekitar 8,8 juta penerima masing-masing 10 kg, dan peserta Bansos Tunai sebanyak 10 juta penerima masing-masing 10 kg.

PPKM diterapkan mulai 11 Januari 2021, berlaku selama dua mingguan dan sampai saat ini terus diperpanjang. Pada PPKM I (11-25 Januari 2021), rata-rata pasien positif corona di Tanah Air bertambah 11.415 orang setiap harinya. Pada PPKM II (26 Januari-8 Februari 2021), angkanya memang naik menjadi 11.916 orang per hari.

Namun pada PPKM III (9-22 Februari 2021) yang mulai disebut PPKM Mikro, rerata tambahan kasus positif turun drastis menjadi 8.768 orang per hari. Pada PPKM Mikro II (23 Februari (23 Februari-8 Maret 2021), rata-rata tambahan pasien positif turun lagi ke 6.980 orang setiap harinya.

Lalu pada PPM Mikro III (9-22 Maret 2021), rata-rata tambahan pasien positif kembali berkurang menjadi 5.669 orang per hari. Kemudian pada PPKM Mikro IV (23 Maret-5 April 2021), angkanya kembali turun menjadi 5.146 orang per hari. Terakhir pada PPKM Mikro V (6-19 April 2021), turun lagi menjadi 5.096 orang per hari.

So, PPKM telah berhasil mencapai tujuan dasarnya yaitu menekan penambahan kasus positif. Ini tentu patut mendapat apresiasi, karena di berbagai negara kasus malah meledak lagi, seperti di India.

Halaman Selanjutnya --> Keyakinan Masyarakat Menebal

Keyakinan Masyarakat Menebal
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading