Internasional

Corona India 'Bangkit dari Kubur', New Delhi Resmi Lockdown

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 April 2021 17:15
A cat walks in a deserted market area during a weekend lockdown in New Delhi, India, Saturday, April 17, 2021. Over 200,000 new infections were detected in the past 24 hours, and major cities, like Mumbai and New Delhi, are under virus restrictions. (AP Photo/Altaf Qadri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah New Delhi, India, memutuskan untuk melakukan lockdown. Penguncian akan berlaku selama enam hari, dimulai Senin (19/4/2021).

Ini akibat tsunami corona (Covid-19) di ibu kota negara tersebut. Dikutip Reuters, kapasitas fasilitas kesehatan hampir ambruk karena banyaknya pasien baru.


"Kota ini juga menghadapi kekurangan akut tempat tidur rumah sakit, pasokan oksigen medis dan obat-obatan utama seperti Remdesivir anti virus," ucap Ketua Menteri Arvind Kejriwal.

Dalam penguncian itu, pemerintah juga akan melakukan jam malam. Ini akan berlaku mulai pukul 22.00 hingga pukul 05.00.

Dehli menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan lonjakan infeksi cukup tinggi. Pada Minggu (18/4/2021) kota itu mencatatkan infeksi harian sebanyak 23 ribu kasus.

Tak hanya Dehli, kekurangan alat medis dan fasilitas kesehatan juga dialami oleh Negara Bagian Maharashtra, termasuk ibu kota-nya Mumbai. Kepala Menteri negara bagian Maharashtra Uddhav Thackeray, mengatakan telah mencoba menelepon Perdana Menteri (PM) Narendra Modi untuk mengatasi kekurangan itu namun sayangnya ia sibuk dengan urusan kampanye.

Pemerintah India secara keseluruhan dianggap gagal dalam menangani serangan kedua pandemi Covid-19. Bahkan, PM Modi terancam dimakzulkan dan diminta mundur karena tak becus mengurusi kebangkitan corona.

Permintaan ini dilandasi oleh sikap Modi yang terlihat tidak peduli dengan penyebaran Covid-19. Dalam sebuah momen, Modi terlihat tidak mengenakan masker pada rapat umum kampanye partainya BJP dan mengapresiasi kerumunan, pada Sabtu (17/9/2021).

"Saya belum pernah melihat kerumunan sebanyak itu," ujarnya di sebuah acara di Benggala Barat.

Selain itu, Modi juga dianggap gagal dalam mengatasi mobilitas publik pada acara tradisi Kumbh Mela di sungai Gangga. Di saat pandemi yang masih meluas di negara itu, tradisi ini masih tetap saja terjadi dengan mengumpulkan kerumunan sebanyak 3 juta orang.

Modi sendiri mengaku telah meminta acara itu dihentikan. Namun kerumunan yang membludak tanpa mengindahkan protokol kesehatan telah terjadi.

Dari data Worldometers, kasus corona meningkat dengan cepat di India, dengan total 15.057.767 kasus. Angka ini menempatkan Negeri Bollywood itu di posisi kedua, di bawah Amerika Serikat (AS) yang memiliki 32.4040.454 kasus dan di atas Brasil dengan total 13.943.071 kasus.

Padahal sebelumnya India, yang pusat obat corona dan vaksin, sempat mengalami penurunan kasus. Bahkan beberapa penelitian menyebut telah terjadi herd immunity di sana.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading