Internasional

India Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 Turun?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 June 2021 09:05
Suasana Kashmir India lockdown. (AP/Dar Yasin)

Jakarta, CNBC Indonesia - India memang tak melakukan penguncian nasional (lockdown) kala tsunami corona menyerang negara itu sejak April 2021. Namun beberapa negara bagian kompak memutuskan penutupan meski Perdana Menteri Narendra Modi enggan mengambil langkah itu.

Meski demikian, seiring menurunnya jumlah kasus, sejumlah negara bagian India pun kini melonggarkan penguncian. Di ibukota Delhi misalnya, pemerintah mulai menyusun kebijakan agar toko-toko kembali dapat beroperasi.


Toko dengan nomor genap akan dibuka pada satu hari sedangkan toko dengan nomor ganjil akan dibuka pada hari berikutnya. Kantor swasta juga sekarang akan diizinkan untuk beroperasi dengan 50% kapasitas.

"Situasi virus corona di Delhi perlahan membaik," kata Kepala Menteri Arvind Kejriwal dalam konferensi pers online saat mengumumkan bahwa negara bagian akan membangun kapasitas penyimpanan oksigen 420 ton, dikutip Reuters, Senin (7/6/2021).

Di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di negara itu, hanya ada pembatasan jam malam untuk 55 dari 75 distriknya. Wilayah yang memiliki kasus positif di bawah 600 diberikan izin untuk buka dengan pembatasan, sementara kota dengan lebih dari 600 kasus tetap dikunci hingga perintah berikutnya.

Di negara bagian Maharashtra, yang menaungi ibukota keuangan Mumbai, pemerintah mulai 7 Juni akan mengizinkan mal, bioskop, restoran, dan kantor buka secara teratur. Namun, aturan hanya berlaku di distrik-distrik yang memiliki angka positif (positivity rate) di bawah 5%.

Di negara bagian Gujarat, negara bagian asal Perdana Menteri Narendra Modi, semua kantor pemerintah dan swasta akan diizinkan beroperasi dengan staf penuh mulai 7 Juni. Pemerintah Gujarat juga telah melonggarkan pembatasan kegiatan komersial yang memungkinkan toko-toko di 36 kota tetap buka lebih lama.

Di negara bagian Odisha timur, penguncian telah dilonggarkan di tiga distrik berkat penurunan kasus virus corona. Sementara negara bagian selatan Tamil Nadu memungkinkan pengecer bahan makanan buka hampir sepanjang hari dan telah mengizinkan kantor beroperasi dengan kapasitas 30%.

Secara keseluruhan, India mencatatkan 120.529 infeksi virus corona baru muncul selama 24 jam terakhir dengan kematian naik 3.380. Jumlah total kasus di negara itu mencapai 28,69 juta sementara 344.082 orang telah meninggal.

Sebelum penurunan ini, kasus harian tercatat hingga 400 ribu dan membuat fasilitas kesehatan di negara itu ambruk. Terlihat pasien corona yang mengular hingga ke luar rumah sakit dan berjuang untuk mendapatkan oksigen.

Sementara itu pemandangan yang sama juga terjadi di krematorium tempat pembakaran jenazah. Karena jumlah pasien Covid yang meninggal sangat banyak, harga kremasi pun meningkat pesat.

Sejumlah warga yang tak sanggup mengremasi keluarganya mencari cara lain menangani jenazah korban. Ada sebagian jenazah yang ditelantarkan dan bahkan dibuang ke sungai.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading