Internasional

Selat Taiwan Panas! AS Datang, China Latihan Perang

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 April 2021 15:22
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China di bawah masa kepemimpinan Presiden Joe Biden sepertinya masih jauh dari kata tenang. Kali ini eskalasi kedua negara memuncak karena datangnya delegasi dari Washington ke wilayah Taiwan.

Delegasi yang datang ke Taipei diketahui adalah mantan senator Chris Dodd serta mantan Wakil Menteri Luar Negeri Richard Armitage dan James Steinberg. Rencananya mereka akan menemui Presiden Tsai Ing-Wen Kamis (15/4/2021).


Para pejabat gedung putih menyatakan kunjungan ini merupakan "sinyal pribadi" dari komitmen Biden terhadap Taiwan dan demokrasinya. Di sisi lain, juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Xavier Chang, mengatakan ini menunjukkan komitmem kuat Taiwan-AS.

Kunjungan itu ditanggapi panas oleh China. Negeri yang dipimpin Xi Jinping itu menyatakan bahwa kunjungan hanya akan memperburuk hubungan di Selat Taiwan.

"Kami dengan tegas menentang pernyataan berlebihan AS atas apa yang disebut 'ancaman militer China', dan dengan tegas menentang AS memainkan 'kartu Taiwan' dan terus mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan," ujar Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan-China Ma Xiaoguang.

"Kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu dan Partai Progresif Demokratik yang berkuasa mencoba menggunakan senjata untuk mencari kemerdekaan," tambahnya.

"Itu berarti meminum racun dengan harapan memuaskan dahaga, dan hanya akan mendorong Taiwan menuju bencana."

Tak tanggung-tanggung, saat kunjungan itu delegasi AS itu terjadi, Ma mengatakan bahwa China sedang melakukan latihan tempur udara di wilayah kepulauan Taiwan itu. Dengan tegas ia menyatakan bahwa itu merupakan latihan untuk persiapan perang.

Tercatat dalam latihan itu dua puluh lima pesawat angkatan udara China termasuk pesawat tempur dan pengebom berkemampuan nuklir memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

"Pengorganisasian latihan tempur aktual Tentara Pembebasan Rakyat di Selat Taiwan adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan dan untuk menjaga kedaulatan nasional," ujar Ma.

"Ini adalah tanggapan serius terhadap campur tangan dan provokasi pasukan eksternal oleh pasukan kemerdekaan Taiwan."

AS telah lama menjadi negara yang membekingi independensi Taiwan. Meskipun mengakui "One China Policy" dimana Washington lebih mengakui Beijing daripada Taipei, AS selalu mendukung Taiwan tatkala mendapat tekanan dari China.

Hal ini mendapatkan pertentangan serius karena Beijing mengklaim Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya. Sementara itu Presiden Taiwan Tsai Ing-Wenberulang kali mengatakan bahwa Taiwan adalah negara merdeka dan negara itu memiliki nama resmi Republik China.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading