Mudik Dilarang, Pemilik Bus Was-Was Orang Sewa Mobil Pribadi!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
06 April 2021 19:28
Calon penumpang menunggu bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Timur, Kamis, 30/7. Pemerintah tidak melarang mudik pada periode hari raya Idul Adha tahun ini. Terminal Kampung Rambutan pun mulai dipadati warga yang akan pulang ke kampung. Momen mudik Idul Adha 2020 berlangsung setelah pemerintah menghapus kewajiban melampirkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kendati begitu, penyedia jasa bus AKAP tetap tak mau gegabah dan tetap memprioritaskan kesehatan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H. Antisipasi dilakukan mengingat perayaan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7/2020), yang berarti akan ada libur panjang akhir pekan (long weekend). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor transportasi yang semula diprediksi bakal meraup omset besar karena momen lebaran, kini terancam banyak yang gulung tikar imbas pelarangan mudik. Demi menyiasati pendapatan, pengusaha transportasi mencoba untuk menaikkan ongkos sebelum dan pasca pelarangan mudik.

Pemerintah melarang mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Artinya, Larangan mudik berlaku selama 10 hari lebih pada Mei 2021.

"Ada beberapa strategi, salah satunya menaikkan tarif dari awal puasa untuk kompensasi 10 hari tutup itu. Dari awal puasa hingga sebelum tanggal 6 dan setelah tanggal 17 akan menaikkan tarif, setelah dibolehkan beroperasi lagi nanti, itu salah satu cara," kata Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan kepada CNBC Indonesia, Selasa (6/4/21).


Cara itu mau tidak mau ditempuh untuk menyiasati potensi pendapatan yang bakal hilang selama momen libur lebaran. Dengan cara itu, pengusaha sektor transportasi berharap bisa tetap bertahan. Namun, tarif yang naik khusus untuk sektor non ekonomi.

"Tarif itu dilepas ke pasar non ekonomi, yang diatur pemerintah kan ekonomi," kata Kurnia.

Ia meminta pemerintah berlaku adil untuk menutup seluruh akses agar pergerakan manusia tetap bisa terbatasi. Belajar dari pengalaman tahun lalu, transportasi darat hancur lebur akibat pelarangan beroperasi, namun kendaraan pribadi banyak yang tetap keluar masuk.

"Kalau kita dilarang oke tapi jangan nanti kita yang punya izin resmi terdata, tapi ada kendaraan nggak terdata mobil pribadi nyelonong-nyelonong bisa, kita angkutan darat tertib karena angkutan darat gampang dideteksi. Saya minta pemerintah tegas, pokoknya iya atau tidak saya minta tegas," sebut Kurnia.

Selain itu, Ia juga menyoroti bagaimana pelaksanaan mudik juga terjadi melalui jalur udara. Meski ada beragam persyaratan seperti dokumen dan penting tidaknya tujuan terbang, namun ternyata masih banyak yang akhirnya berupaya untuk memalsukan dokumen agar tetap bisa terbang.

"Yang harus kita lihat nanti, kita lihat aturan-aturan penyusul, nanti boleh naik pesawat tapi boleh begini, saya cuma mau lihat nyali pemerintah memang mau larang sepenuhnya, dalam arti kalau larang ya larang semua. Jangan kendaraan umum aja dilarang, pesawat dengan ketentuan, itu nggak fair," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading