Kunci Vietnam Dipercaya Apple Bangun Pabrik Pindahan China

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
29 January 2021 11:55
Apple Car siap meluncur tahun 2024. (Dok: Autoevolution)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang dagang Amerika Serikat-China membawa berkah bagi Vietnam karena banyak pabrikan asal AS di China yang merelokasi pabriknya ke negara Asia Tenggara itu, teranyar ada raksasa pabrikan teknologi Apple yang memindahkan pabrik ke Vietnam.

Padahal, dengan jumlah pasar yang besar seharusnya Indonesia menjadi pilihan utama, namun permasalahan birokrasi diduga menjadi penyebab pabrikan teknologi pindah ke tanah air.

Sudah rahasia umum, pengusaha yang berinvestasi ke daerah biasanya terkendala birokrasi pemerintah daerah, hingga ekonomi biaya tinggi.


"Baru datang saja sudah ditawarkan lahan sekian juta per meter persegi, jadi mereka jual tanah sementara investasinya saja belum tentu untung. Nah di Vietnam bisa menyediakan lahan dengan mudah, kamu mau kaya gimana, dicarikan. Ya makanya pada pilih ke sana," kata salah seorang pengusaha yang enggan disebutkan namanya kepada CNBC Indonesia.

Hal itu menjadi masalah ketika kondisi ini terus berlanjut, sementara Vietnam terus berbenah dengan birokrasi yang memudahkan. Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebut perbedaan paling terasa yakni pada persaingan antar Pemerintah daerah di Vietnam yang justru bersaing untuk mendapatkan investasi agar masuk ke wilayahnya. Caranya dengan memberikan insentif paling menarik.

"Misal kawasan industri Da Nang dan Long An mereka berkompetisi untuk mendapatkan investasi, misal Long An kasih insentif sewa lahan 20 tahun gratis, sementara kawasan industri lain bilang jangan ke sana. Jadi antar Vietnam saling berkompetisi, nggak mikir kompetisi dengan negara lain, dia satu negara antara Pemda saling berkompetisi untuk memberi insentif mana yang lebih cocok dengan investor," kata Bhima kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/1/21).

Ketika pemda memudahkan seperti itu, tidak aneh makanya banyak yang akhirnya tertarik. Apalagi, investasi manapun nantinya bakal lebih berhubungan dengan pemerintah daerah, utamanya dalam penyediaan hal teknis seperti kesediaan air, listrik dan fasilitas perizinan lainnya. Jika hal ini menjadi 'bancakan' bagi oknum di daerah, maka tidak akan sinkron. Sementara pemerintah pusat hanya memberikan izin untuk di tingkatan tertinggi.

"Itu yang nggak ada disini, pemda kurang responsif. Pemerintah pusat sudah bikin karpet merah dengan UU Cipta Kerja, sementara inovasi Pemda untuk membuat insentif menarik relatif rendah itu yang beda dengan Vietnam," paparnya.

Demi melecut kinerja pemerintah daerah, maka perlu ada regulasi yang pas, yakni reward and punishment, dan meninggalkan cara lama birokrasi yang tidak gesit. Jangan sampai UU Cipta Kerja yang diklaim bakal membawa kesejahteraan hanya lewat semata karena tidak adanya saling support antar semua stakeholder.

"Pemda di Vietnam giat karena itu berkaitan support anggaran Pemerintah Pusat untuk percepatan infrastruktur, jadi yang mendapat manfaat masyarakat di sekitar kawasan sekitar industri," katanya.

Vietnam telah memberi izin kepada Foxconn, selaku manufaktur produk Apple untuk membangun pabrik baru senilai US$ 270 juta yang bakal dipakai untuk memproduksi laptop dan tablet, atau tepatnya MacBook dan iPad.

Pabrik tersebut bakal berlokasi di bagian utara Provinsi Bac Giang Vietnam, dan dibangun oleh Fukang Technology. Saat sudah beroperasi, pabriknya bakal memproduksi delapan juta unit produk setiap tahunnya.

Sejauh ini Foxconn sudah menginvestasikan US$ 1,5 miliar di Vietnam, dan masih mau menambah investasinya sebesar USD 700 juta. Selain itu mereka juga masih akan merekrut sekitar 10 ribu pekerja tambahan di negara tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading