Lockdown Effect Vietnam, Picu Eksodus Warga ke Luar Kota

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 October 2021 20:22
Policemen guard behind barricades set up to control the traffic in Hanoi, Vietnam, Saturday, July 24, 2021. Vietnam announced a 15-day lockdown in the capital Hanoi starting Saturday as a coronavirus surge spread from the southern Mekong Delta region.  (AP Photo/Hieu Dinh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi pandemi Covid-19 di Vietnam telah membuat pekerja di negara itu semakin khawatir. Bahkan banyak dari mereka yang memutuskan untuk meninggalkan tempat kerjanya setelah tidak memiliki pemasukan akibat lockdown berkepanjangan.

Di Kota Ho Chi Minh, puluhan ribu pekerja pun mulai kembali ke provinsi asal mereka. Langkah ini mereka lakukan setelah otoritas berwenang mencabut perintah ketat tinggal untuk tinggal di rumah. Ho Chi Minh yang juga kota terbesar Vietnam sendiri menjadi pusat penyebaran terbesar dalam gelombang infeksi saat ini.

Hal ini pun membuat pemerintah setempat menempatkan barikade untuk menghalau lautan pekerja yang ingin kembali. Mereka akan diizinkan lewat setelah menunjukkan hasil tes negatif Covid-19.


"Kamu takut bosmu akan memarahimu karena membiarkan kami pergi, tapi kami takut mati di sini," teriak seorang wanita sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, hal ini pun membuat kekhawatiran akibat eksodus kepulangan ini memuncak. Sejauh ini, setidaknya 200 kasus positif telah ditemukan di antara 160.000 orang yang telah kembali ke provinsi asal mereka

"Lautan orang yang kembali ke rumah saat ini sangat sulit untuk ditangani provinsi kami," kata Nguyen Than Binh, seorang pejabat lokal di provinsi An Giang.

Vietnam sendiri baru merasakan lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya negara itu didaulat sebagai negara paling berhasil dalam mencegah masuknya virus itu ke wilayahnya dengan menemukan sedikit atau bahkan nihil infeksi selama beberapa waktu.

Hingga saat ini, Negeri Paman Ho itu telah menemukan 818 ribu kasus infeksi Covid-19. Angka ini diiringi juga oleh 19 ribu kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading