Jangan Kaget, Ini Alasan Sri Mulyani Mau Harga Rokok Mahal

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
10 December 2020 13:03
FILE - This March 28, 2019 photo shows cigarette butts in an ashtray in New York. On Wednesday, Jan. 8, 2020, researchers reported the largest-ever decline in the U.S. cancer death rate, and they are crediting advances in the treatment of lung tumors. Most lung cancer cases are tied to smoking, and decades of declining smoking rates means lower rates of lung cancer diagnoses and deaths. (AP Photo/Jenny Kane, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) tahun 2021 menjadi rata-rata 12,5%. Kenaikan ini akan berlaku mulai 1 Februari 2021.

Dengan kenaikan ini maka harga rokok pada tahun depan dipastikan akan lebih mahal. Sebab, affordability indeksnya naik dari 12,2% jadi antara 13,7% hingga 14%.

"Kenaikan cukai hasil tembakau ini akan sebabkan rokok menjadi lebih mahal, sehingga sehingga makin tidak dapat terbeli," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/12/2020).

Menurutnya, dalam melakukan kebijakan kenaikan cukai rokok ini, pemerintah mempertimbangkan semua aspek. Terutama kesehatan dan juga dari sisi petani tembakau sendiri.



Ini Lima Alasan Sri Mulyani >> Halaman Selanjutnya


Ini Lima Alasan Sri Mulyani
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading