PSBB Transisi

Bioskop Buka Tapi Masih Sepi, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
22 October 2020 16:40
Sejumlah warga menunggu jalannya film yang akan di putar diruangan studio yang sudah dibuka, di CGV Grand Indonesia di Jakarta, Rabu (21/10/2020). Sejumlah bioskop di Ibu Kota kembali beroperasi hari ini setelah mendapatkan izin dari Pemprov DKI Jakarta dengan jumlah penonton dibatasi maksimal 25 persen dari total kapasitas. CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga operator bioskop di DKI Jakarta sudah mulai diizinkan kembali memutar film sejak kemarin (22/10) dengan kapasitas pengunjung dibatasi hanya 25%. Laporan Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), jumlah pengunjung bioskop di hari pertama masih sangat sepi. 

Ketua Umum GPBSI Djonny Syafruddin mengakui bahwa pengunjung yang hadir jauh di bawah 25%. Seperti diketahui dari 3 operator bioskop yang diizinkan, hanya CGV dan Cineapolis yang sudah buka, sedangkan Cinema XXI belum mau buka lagi.

"Pengunjung masih belum. Kan sekarang masyarakat juga daya belinya (belum pulih). Banyak faktor lah, sementara film nasional belum masuk, asing juga belum," kata Djonny kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/10).


Persoalan pasokan film dari pemilik film diakuinya menjadi daya tarik utama bagi pengunjung bioskop. Jika film tersebut menjadi favorit banyak kalangan, peluang masyarakat mendatangi bioskop pun besar. Kini, yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini, beberapa film yang tayang dinilai bukan film baru, sehingga kurang bisa menjadi daya tarik.

"Kalau film Korea saja, nggak semua senang film Korea kan. Masalahnya itu juga," sebutnya.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di bangku bioskop yang akan dibuka hari ini di CGV Grand Indonesia Mall, Rabu (21/10/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan surat keputusan untuk operasi bioskop-bioskop di Jakarta. Beberapa bioskop akan mulai memutar film hari ini.Pantauan CNBC Indonesia pada jam 12.00 belum ada penonton yang datang, kemudian pihak pengelola mengatur ulang jadwal agar jam 15.00 sudah bisa memulai pemutaran film. Terlihat hanya beberapa warga saja yang mulai memesan tiket di tiket box. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)Foto: Di CGV Grand Indonesia Mall, Rabu (21/10/2020) pada jam 12.00 belum ada penonton yang datang, kemudian pihak pengelola mengatur ulang jadwal agar jam 15.00 sudah bisa memulai pemutaran film. Terlihat hanya beberapa warga saja yang mulai memesan tiket di tiket box. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Djonny mengatakan pemilik film-film Amerika atau Hollywood baru akan memasukkan filmnya pada Desember 2020 atau bahkan 2021 sambil melihat perkembangan di Indonesia. Hal ini lah yang juga menjadi pertimbangan operator bioskop lain belum buka bioskopnya.

"Faktor film sangat menentukan juga. Selama ini dimanja, semua rata di Indonesia bersamaan main film box office. Film nasional juga gitu. Kondisi pasar 25% mereka enggan masukkan film ke bioskop," kata Djonny.

"Kalau 25% lupain aja. Sangat tidak feasible. Tidak punya nilai ekonomi yang benar," lanjutnya.

Selain pertimbangan-pertimbangan bisnis tadi, tentu saja ada aspek dari masyarakat dalam menghindari risiko tertular covid-19. Sebab, tak semua masyarakat ada yang sudah berani beraktivitas ke luar rumah, termasuk ke tempat keramaian termasuk bioskop.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading