Bos Bioskop Ramai-Ramai Kirim Surat ke Luhut, Ada Apa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
03 September 2021 16:12
Sejumlah warga menunggu jalannya film yang akan di putar diruangan studio yang sudah dibuka, di CGV Grand Indonesia di Jakarta, Rabu (21/10/2020). Sejumlah bioskop di Ibu Kota kembali beroperasi hari ini setelah mendapatkan izin dari Pemprov DKI Jakarta dengan jumlah penonton dibatasi maksimal 25 persen dari total kapasitas. CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan pengusaha bioskop mengajukan pembukaan kembali operasional bisnis bioskop yang sempat ditutup. Hingga saat ini, nasib bioskop masih terkatung-katung meski pusat perbelanjaan boleh buka, bahkan mendapat pelonggaran pada pekan ini.

"Kita sudah kirim surat ke Pak Airlangga (Menko Perekonomian), Pak Luhut (Menko Maritim dan Investasi), Pak Muhadjir (Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) agar bioskop kembali diizinkan buka kembali," kata Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/9/21).

Wilayah yang sudah mendapat izin beroperasi adalah Kota Semarang. Namun, operasional bioskop di kota Lumpia tersebut belum buka karena keterbatasan film. Apalagi, kondisi bisnis juga sedang buruk. 


"Pemkot Semarang tolong sabar lah, bukan kita anggap enteng. Kalau buka langsung kena charge sewa dari mal, kirim kwitansi, padahal belum jual karcis. Kan itu rugikan kita juga. Artinya pemda mohon maaf tunggu 1-2 minggu ini, kita kondisi seperti ini 1-2 tahun sabar kok," ujar Djonny.

Ia mengatakan bioskop justru sangat bergantung pada Jakarta, karena kalangan pengusaha mengajukan bioskop di Jabodetabek untuk bisa beroperasi kembali. Jika tidak, maka bakal berdampak buruk pada wilayah lainnya.

"Barometer Jabodetabek, kalau Jakarta dan Jabodetabek buka, film Insya Allah masuk. Karena market kita besar di sini, 50%-60% dari seluruh Indonesia, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, jadi banyak," jelas Djonny.

Bioskop Jabodetabek Jadi Kunci

Pemerintah sudah menurunkan level PPKM Jabodetabek menjadi level 3 dari sebelumnya di level 4. Namun, penurunan level itu tidak otomatis membuat bioskop langsung buka. Kalangan pelaku usaha pun mempertanyakan kapan operasional bioskop bisa kembali jalan.

"Dari level 4 turun ke level 3, tenyata ketik turun jadi 3 masih nggak boleh. Kita nggak tahu nanti turun ke level 2 pun apa sudah bisa. Standar-standar regulasi ini yang kita pertanyakan," katanya.

Ia pun belum mendapat informasi awal kapan bioskop boleh beroperasi. Padahal, kalaupun nantinya diizinkan maka perlu ada sejumlah persiapan, tidak serta merta langsung bisa jalan.

"Bioskop bukan kaya toko, pas buka tinggal rolling door naikkan ke atas, lap-lapin (barang) hidup lampu, hidup AC, kan nggak kaya gitu," kata Djonny.

Saat ini memang ada daerah yang sudah mengizinkan bioskop buka, yakni Kota Semarang yang sudah turun menjadi PPKM level 2. Namun kendala di lapangan bukan berarti selesai.

Salah satu permasalahannya adalah soal ketersediaan film. Sutradara lokal belum berani untuk berinvestasi di bioskop saat ini, begitu pun dengan film-film asing.

"Semarang termasuk wilayah daerah sementara suruh buka, filmnya dari mana? keterkaitan dengan film, kalau film belum masuk, kita nggak bisa berbuat apa-apa, karena mereka orang dagang, AS juga bukan orang bodoh, ngerti mereka marketing di Indonesia seperti apa," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading