Bioskop Buka Tapi Sepi

Tiba-Tiba Bos Bioskop Kirim Surat ke Anies, Kenapa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
22 October 2020 17:20
Bioskop jaringan XXI yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, akan berhenti beroperasi mulai Senin (19/8) besok. Rencananya, bangunan bioskop XXI ini masuk dalam proyek revitalisasi TIM. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hanya dua dari tiga operator bioskop di DKI Jakarta yang sudah mengantongi izin, memutuskan untuk kembali memutar film, yaitu CGV dan Cineapolis. Sedangkan pemain utama yaitu Cinema XXI memutuskan tak mau operasi kembali karena ketentuan batas maksimal penonton hanya 25% tak masuk hitungan bisnis.

Ketua Umum Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengungkapkan bahwa sejumlah pengelola bioskop di DKI Jakarta sudah mengajukan penambahan kapasitas pengunjung kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka melayangkan surat ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar ada revisi batas maksimum, terutama bioskop yang sudah memutuskan operasi kembali.

"Kalau 25% lupakan saja. Sangat tidak feasible. Tidak punya nilai ekonomi yang benar. Harapan kita gubernur (Anies Baswedan) akan memperbaiki minggu depan jadi 50%. Itu saja harapannya. Sudah disampaikan CGV dan Cineapolis juga," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/10).


Artinya, dengan kapasitas pengunjung yang ada saat ini, maka dinilai tidak memungkinkan untuk setidaknya membuat industri bioskop kembali bergeliat. Djonny menyebut sejumlah produser film nasional sangat menunggu keputusan ada perubahan kapasitas maksimum dari 25% jadi 50%.

"Jika 50% Insya Allah ada yang mau masuk. Ada 100 lebih, atau 130 film kalau nggak salah yang belum masuk bioskop. Itu film nasional aja," sebutnya.

Masuknya film nasional ke industri layar lebar sangat menentukan maju tidaknya industri perfilman di tengah pandemi. Sebagai gambaran, Djonny menyebut film nasional sangat digandrungi utamanya oleh masyarakat. Ia bilang lebih dari 60% film yang tayang di daerah didominasi oleh film nasional.

Selain itu, produsen film impor pun memilih untuk menunggu perkembangan terbaru dari kebijakan di Indonesia.  "Film Amerika Serikat juga belum mau masuk, karena Indonesia dinilai belum kondusif," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading