Etdah! Indonesia Juara 1 Negara Paling Ruwet dalam Berbisnis

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
16 October 2020 12:12
Demo Buruh Tolak Omnibus Law (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta- CNBC Indonesia - Pekan ini, pemerintah dan DPR mengesahkan UU Cipta Kerja (Ciptaker). Beleid ini diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah dalam berinvestasi di Tanah Air.

UU Ciptaker pada dasarnya adalah upaya reformasi struktural untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam berinvestasi, terutama di sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Upaya ini tidak salah, karena berinvestasi di Indonesia selama ini memang boros bin tidak efisien.

Ini terlihat dari angka rasio investasi yang dibutuhkan untuk mengangkat Produk Domestik Bruto/PDB atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Mengutip dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2021, angka ICOR Indonesia pada 2018 adalah 6,44 dan setahun berikutnya naik ke 6,77.


Artinya untuk menambah 1 output dibutuhkan investasi lebih dari 6. Padahal ICOR yang ideal adalah 3, cukup membutuhkan 3 investasi untuk menambah 1 output.

Salah satu inefisiensi berinvestasi di Indonesia adalah birokrasi yang panjang dan memakan waktu. Ini yang coba dilibas oleh UU Ciptaker agar Indonesia bisa semakin menarik di mata investor sehingga mau menanamkan modal dan menciptakan lapangan kerja.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Berinvestasi di Indonesia Paling Ruwet! (NEXT)

Berinvestasi di Indonesia Paling Ruwet!
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading