UU Ciptaker Penyebab Demo Rusuh Bakar-bakaran? Belum Tentu...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
09 October 2020 07:40
Aksi massa demo tolak Omnibuslaw berujung ricuh di kawasan Harmoni Jakarta, Kamis (8/10/2020). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang berlangsung kemarin berbuntut ricuh. Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan yang tidak sedikit.

Misalnya di Jakarta Pusat, halte bus Trans Jakarta Bundaran HI dibakar. Gedung kantor pusat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga tidak luput dari sasaran amukan massa. Bentrok antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan terjadi hingga malam hari.


Well, UU Cipta Kerja (Ciptaker) sedari awal memang memantik perdebatan. Namun kalau sudah berujung kepada kericuhan dan perusakan, tentu tidak bisa dibenarkan. Menyuarakan pendapat adalah hal yang dijamin oleh konstitusi, tetapi vandalisme jangan sampai mendapat ruang.

UU Ciptaker pada dasarnya adalah upaya reformasi struktural untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam berinvestasi, terutama di sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Upaya ini tidak salah, karena berinvestasi di Indonesia selama ini memang boros bin tidak efisien.

Ini terlihat dari angka rasio investasi yang dibutuhkan untuk mengangkat Produk Domestik Bruto/PDB atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Mengutip dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2021, angka ICOR Indonesia pada 2018 adalah 6,44 dan setahun berikutnya naik ke 6,77.

Artinya untuk menambah 1 output dibutuhkan investasi lebih dari 6. Padahal ICOR yang ideal adalah 3, cukup membutuhkan 3 investasi untuk menambah 1 output.

Salah satu inefisiensi berinvestasi di Indonesia adalah birokrasi yang panjang dan memakan waktu. Nah, ini yang coba dilibas oleh UU Ciptaker agar Indonesia bisa semakin menarik di mata investor sehingga mau menanamkan modal dan menciptakan lapangan kerja.

Semua Gara-gara Corona
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading