Dampak Covid-19

Luhut Blak-Blakan Ada 100 Ribu Pekerja di Bali Kena PHK

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
07 October 2020 16:32
Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan

Jakarta, CNBC Indonesia - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap dampak menyedihkan akibat pandemi Covid-19. Di sektor pariwisata, Bali terkena dampak terdalam termasuk pekerja kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menurutnya, provinsi Bali memang selama ini sangat tergantung dari sektor pariwisata. Dia menyebut, kunjungan wisman atau wisatawan mancanegara berkurang hampir 99%.

"Akibatnya Bali merugi sekitar Rp9 triliun per bulan. Pertumbuhan perekonomian Bali kuartal I-2020 -1,14%, dan merosot ke -10,98% di kuartal II tahun 2020," kata Luhut dalam acara kick off virtual program Padat Karya Restorasi Terumbu Karang Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) Bali, Rabu (7/10/20).


"Ini masalah besar yang harus kita hadapi dan lebih 100 ribu tenaga kerja sektor formal mengalami pemutusan hubungan kerja, baik itu pemandu wisata, nelayan, buruh, pariwisata perdagangan dan sebagainya," lanjutnya.

Karena itulah pemerintah akhirnya meluncurkan program padat karya ini. Nantinya, diharapkan program ini mampu memperbaiki kondisi tersebut.

"Indonesia dianugerahi keanekaragaman laut yang tinggi terutama terumbu karang atau yang lebih dikenal dengan daerah segitiga karang dunia. Ada lebih dari 569 jenis karang yang ada di laut kita. Merupakan aset negara yang sangat berharga," ucapnya.

Dikatakan bahwa banyak manfaat yang diperoleh dari keberadaan ekosistem terumbu karang. Di samping untuk atraksi wisata bahari parmarologi, juga sebagai pelindung pantai dari ombak dan kesehatan dari ikan yang sering dikonsumsi sehari-hari

"Tapi disayangkan kondisi terumbu karang itu banyak rusak sekitar 39% lebih akibat berbagai faktor dan sebagian besar akibat ulah manusia," tuturnya.

Pemerintah sendiri, lanjutnya, telah meluncurkan program PEN yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Selain penanganan krisis kesehatan sebagai ujung tombak, program PEN ini juga sebagai respons atas penurunan aktivitas masyarakat terhadap ekonomi dan khususnya sektor informal atau UMKM.

"Kegiatan ini adalah kegiatan restorasi terumbu karang yang terluas yang pernah dilakukan di Indonesia dan ini akan berlanjut dan saya laporkan ke presiden tahun depan kalau bisa kita lakukan beberapa ratus hektar untuk replanting terumbu karang ini," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Bali, Diam-Diam Destinasi Wisata Ini Lebih Dulu Dibuka


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading