Tak Seperti RI, Dua Negara Komunis Ini Anti Resesi!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
30 September 2020 07:36
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) telah membuat perekonomian dunia hancur lebur. Kemajuan yang dicapai dengan susah payah selama puluhan tahun runtuh dalam hitungan bulan.

Penyebaran virus corona mulai terendus di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China sekira akhir Januari 2020. Momentum yang bersamaan dengan musim liburan Tahun Baru Imlek, puncak mobilitas warga Negeri Tirai Bambu.

Warga Wuhan yang bepergian ke kota dan negara lain membuat virus menyebar dengan cepat di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi global pada Maret 2020.


Per 29 September 2020, WHO mencatat jumlah pasien positif corona di seluruh negara mencapai 33.249.563 orang. Bertambah 222.748 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir (16-29 September 2020), rata-rata penambahan pasien baru adalah 287.914 orang per hari. Naik dibandingkan 14 hari sebelumnya yaitu 274.839 orang.

Sementara jumlah pasien meninggal per 29 September 2020 adalah 1.000.040 orang. Bertambah 3.694 orang dibandingkan sehari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir, jumlah mereka yang tutup usia karena serangan virus laknat ini rata-rata bertambah 5.205 orang. Turun dari 14 hari sebelumnya yaitu 5.608 orang.

Pembatasan Sosial Jadi Kebijakan Utama
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading