RI (Mungkin) Resesi, Tapi Krisis? Rasanya Kok Tidak...

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
31 August 2020 14:07
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changer in Jakarta, Indonesia, May 9, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat ada harapan, ternyata aura kelesuan ekonomi kembali merebak di Asia. Berbagai data terbaru menunjukkan sepertinya resesi di Benua Kuning belum akan pergi dalam waktu dekat.

Pagi ini, sejumlah data ekonomi terbaru di sejumlah negara menggambarkan keprihatinan. Dari Korea Selatan, produksi industri pada Juli 2020 terkontraksi atau tumbuh negatif 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Memburuk dibandingkan bulan sebelumnya yang minus 0,5% YoY.

Kontraksi produksi industrial Korea Selatan pada Juni adalah pencapaian terbaik sejak Maret. Awalnya sempat ada harapan produksi industri naik terus, tetapi ternyata situasi memburuk lagi.


Masih dari Negeri K-Pop, penjualan ritel pada Juli tumbuh 0,5% YoY. Jauh melambat dibandingkan bulan sebelumnya naik naik 6,3% YoY. Pertumbuhan 0,5% YoY adalah yang terlemah dalam tiga bulan terakhir.

Seperti halnya produksi industri, penjualan ritel sempat naik dalam dua bulan beruntun setelah kontraksi terakhir terjadi pada Mei. Namun pada Juli pertumbuhannya melambat lagi.

Beralih ke China, Biro Statistik Nasional melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan dari Purchasing Managers' Index (PMI) pada Agustus sebesar 51. Sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 51,1.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula, kalau di atas 50 berarti industriawan melakukan ekspansi. Betul bahwa PMI manufaktur China terus di atas 50 dalam enam bulan berturut-turut, tetapi angkanya cenderung menurun. Artinya, laju ekspansi manufaktur di Negeri Tirai Bambu melambat.

Kemudian di Jepang, penjualan ritel pada Juli mengalami kontraksi 2,8% YoY. Padahal bulan sebelumnya masih mencatatkan pertumbuhan 3,9% YoY.

Pada Mei dan Juni, penjualan ritel di Negeri Matahari Terbit membaik. Namun seperti yang terjadi di negara lain, terjadi pemburukan pada Juli.

Corona Menggila, Ekonomi Batal Dibuka
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading