Duh, Kualitas Pendidikan Vokasi Belum Merata di RI

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
10 August 2020 19:05
alokasi anggaran pengembangan SDM RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Lulusan pendidikan vokasi diproyeksikan bisa menguasai bidang teknis secara lebih mendalam. Sebagian lulusan memiliki karier cemerlang dengan berhasil menembus banyak perusahaan besar, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta. Namun, sebagian lainnya tidak bisa dipungkiri masih harus berjuang lebih.

Forum Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Indonesia Darmansyah menyebut hal itu terjadi akibat belum meratanya kualitas pendidikan. Antara satu wilayah dan wilayah lain kualitasnya berbeda. Bahkan kualitas antara satu institusi dan institusi lain di wilayah yang sama pun kerap berbeda.

"Kualitas sistem pendidikan belum merata. faktornya luas. Ini jadi tantangan, baik dari pendidikan vokasi, pemer dalam regulasinya harus upayakan agar standar yang ada dan sebagainya harus berstandar secara umum. Kalau prodi (program studi) ini standardnya seperti apa, agar merata," sebutnya kepada CNBC Indonesia, Senin (10/8).


Jika kualitas fasilitas dan kurikulum bisa disetarakan, maka bukan tidak mungkin kualitas dari para alumnus bakal lebih baik. Namun di sisi lain, para lulusan vokasi pun harus bisa beradaptasi dengan zaman.

Pentingnya Sertifikasi

Adanya uji sertifikasi membuat pencari kerja lebih mudah mendapat tenaga kerja yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Sayangnya, saat ini belum semua lembaga pendidikan Vokasi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sebagai contoh, khusus Politeknik negeri di Indonesia ada 43, namun jumlah LSP-nya ada 34, baru sekitar 80% sudah memiliki LSP.

"Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan BNSP (Badan Nasional Standar Profesi) yang memberikan Lisensi kepada perguruan tinggi untuk memiliki LSP. Dan syaratnya cukup ketat dari sisi sarana dan prasarana, sisi SDM dari sisi perangkat uji," jelas Ketua Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Darmansyah kepada CNBC Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa uji kompetensi yang dilakukan adalah menjadi garda terakhir untuk memastikan apakah lulusan yang dihasilkan itu sudah sesuai atau belum bagi industri. Jika lulusan Vokasi berhasil mendapat sertifikat dari BNSP maka itu menjadi bukti Ia bisa menguasai bidang tersebut. Karena syarat yang diberikan untuk bisa lulus uji sertifikasi berat, wajib menguasai semua poin yang ada.

"Kalau yang jadi pertanyaan industri, yang ditanya industri itu kan bukan mana ijazahnya, tapi kamu bisa apa? yang kita persiapkan SDM yang lulus vokasi, ketika ditanya seperti itu, kamu bisa apa dia? dengan pede menjawab saya jurusan Teknik Mesin saya bisa dan mampu melakukan pengelasan 3G misalnya, dibuktikan dengan apa? dengan sertifikat bahwa saya pernah diuji dan mendapat sertifikasi sebagai ahli las 3G itu," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading