PHK Menggila, Ternyata RI Butuh Pekerja di Bidang Ini

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
26 November 2022 06:00
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat sidak ke distributor 1 (D1) PT Sabda Tirta Selaras yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 22.5 KP Kawidaran, Cibadak, Rabu (13/4/22). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi) Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang saat sidak ke distributor 1 (D1) PT Sabda Tirta Selaras yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 22.5 KP Kawidaran, Cibadak, Rabu (13/4/22). (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belakangan banyak start up atau perusahaan rintisan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), mulai dari GoTo, Shopee hingga Ruang Guru. Ketika banyak pekerja yang terkena layoff sulit mencari kerja, ternyata RI membutuhkan hampir 700 ribu pekerja di sektor Vokasi.

"Namun, hingga saat ini jumlah yang tersedia masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan demand yang ada. Kementerian Perindustrian memproyeksikan kebutuhan SDM industri setiap tahunnya sebesar 682.000 orang," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam Industrial Vocational Week 2022 dan Launching Industrial Vocational Year (IVY) 2023, Jumat (23/11/22).

Ketika kebutuhannya besar, sayangnya pekerja yang siap masuk ke industri tidak sebanding. Pekerja startup yang sudah bekerja tentu memiliki keahlian teknis dari bidang yang sudah dikerjakannya. Berbeda dengan lulusan baru yang masih banyak kesulitan dalam mengerjakan hal teknis di luar teori.

Agus pun mengakui bahwa kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang ada belum maksimal. Banyak lulusan yang tidak bisa langsung nyetel dengan industri, hal ini sekaligus menjadi alasan industri harus memberi kembali training untuk pekerja barunya.

"Investasi SDM ini belum sesuai dengan situasi yang kita harapkan, dimana dari sisi Supply dengan terus memasok SDM tanpa melihat kebutuhan pasar kerja, demikian juga dari sisi Demand dengan terus menyampaikan kompetensi SDM yang masih belum sesuai dengan kebutuhan sehingga masih ada kegiatan training sebelum bekerja," sebut Agus.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan menyebut keberhasilan program pendidikan dan pelatihan vokasi adalah karena terjalinnya kemitraan antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri, tujuannya mengurangi permasalahan mismatch supply dan demand penyediaan SDM industri.

"Penyiapan apa yang dibutuhkan industri, jadi antara aktivitas kita dengan apa yang dibutuhkan industri link and match, sehingga langsung dapat kerja, termasuk misal kurikulum robotika. Jadi kurikulumnya input dari industri tersebut, sehingga yang diajarkan supaya match, itu yang dibutuhkan," sebut Arus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bocoran Pengusaha Soal PHK Massal, Ini yang Terjadi!


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading