AS & China Bangkit, RI Resesi atau Nggak Nih?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
17 July 2020 07:30
Warga menukar uang nominal Rp.  5000 di teller bank di tempat penukaran uang receh di IRTI Monas, Jakarta, Selasa (22/5). Sejumlah perbankan menyediakan jasa tukar uang receh di kawasan tersebut. Banyak warga yg menukar uang receh untuk keperluan lebaran dan dikasih kepada sanak saudara dan kerabat.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah datang kabar baik dari China, kini giliran Amerika Serikat (AS) yang memberi berita bahagia. Data ekonomi terbaru di Negeri Paman Sam menunjukkan bahwa harapan itu nyata, sedikit demi sedikit terjadi pemulihan setelah hantaman keras pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Pada pekan yang berakhir 11 Juli 2020, jumlah klaim tunjangan pengangguran AS tercatat 1,3 juta. Turun 10.000 dibandingkan pekan sebelumnya.


Sementara penjualan ritel di Negeri Paman Sam pada Juni 2020 tumbuh 7,5% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/MtM). Lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan proyeksi pertumbuhan 5%.

Peningkatan penjualan ritel di AS didorong oleh barang-barang tahan lama (durable goods) seperti kendaraan bermotor, perabot rumah tangga, pakaian, perangkat elektronik, alat musik, sampai buku. Penjualan barang non-tahan lama pun melesat, misalnya konsumsi masyarakat di restoran dan bar naik sampai 20%.

Selepas pelonggaran social distancing, masyarakat di Negeri Adidaya sepertinya sudah berani beraktivitas di luar rumah. Buktinya pemesanan barang secara online turun 2,4%, pertanda bahwa orang-orang sudah kembali berbelanja di toko fisik.

Data ini memberi gambaran bahwa ekonomi mulai bergeliat karena masyarakat sudah tidak lagi #dirumahaja. Jika laju seperti ini terus bertahan, bukan tidak mungkin asa pemulihan ekonomi mulai paruh kedua 2020 tetap terjaga.

Sebelumnya, China mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 sebesar 3,2% year-on-year (YoY). Jauh membaik ketimbang kuartal sebelumnya yang terkontraksi (tumbuh negatif) -6,8%.

"Ekonomi China akan melanjutkan fase pemulihan pada semester II-2020, meski pandemi virus corona akan menjadi tantangan. China akan melanjutkan kebijakan ekonomi yang fleksibel," kata Liu Aihua, Juru Bicara Biro Statistik Nasional China, sebagaimana diwartakan Reuters.

Indonesia Tunjukkan Tanda Kebangkitan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading