Ada Larangan Mudik, Penumpang Angkutan Turun 91%

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 July 2020 19:20
Komitmen Faktor Keselamatan dan Keamanan Penerbangan  Lion Air Group Menjalankan Pengaturan Sistem Jarak Aman Antartamu (Physical Distancing) di Dalam Kabin Pesawat. (Lion Air)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan jumlah pemudik secara drastis pada periode Lebaran tahun ini. Kemenhub mencatat, setidaknya jumlah pengguna angkutan berkurang hingga 91% dibanding tahun sebelumnya karena memang ada larangan mudik.

Menurut Budi Karya terjadi penurunan jumlah pemudik secara signifikan pada H-7 hingga H+7 Lebaran atau pada masa arus balik. Pada tahun lalu, jumlah pemudik mencapai 1,3 juta moda, namun dengan adanya pandemi Covid-19 dan berlakunya larangan mudik berkurang 91% menjadi 121.000 penumpang.

"Dibandingkan 2019, ada penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan H-7 sampai H+7," kata Budi Karya, saat rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).


Budi merinci, penurunan terjadi di hampir di seluruh moda transportasi. Pada angkutan kereta api misalnya, terjadi penurunan sampai 99,78 persen menjadi hanya 9.259 penumpang.

Angkutan jalan mengalami penurunan sampai 99,45 persen dengan jumlah 24.530 penumpang. Di angkutan udara dan laut masing-masing mengalami penurunan sampai 98% dan 91%.

"Setelah ada larangan jumlah penumpang turun hingga 91%," tuturnya.

Kendati demikian, setelah adanya pelonggaran dari Gugus Tugas, terjadi kenaikan pengguna transportasi menjadi 450 ribu orang pada periode H-17 sampai dengan H+13.

"Pemberlakuan Surat Edaran Gugus Tugas diperbolehkan orang dengan pengecualian kembali naik 450.000 penumpang. Masih di bawah jauh jumlah penumpang sebelum ada kebijakan larangan mudik," katanya.

Saksikan video terkait di bawah ini:

Selamat datang New Normal Industri Penerbangan


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading